Samuel: Empat Wilayah Lumbis Ogong Masih Tetap Ikut Diklaim ...

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Samuel: Empat Wilayah Lumbis Ogong Masih Tetap Ikut Diklaim ...

Berita 24 Indonesia
Selasa, 04 September 2018
Samuel: Empat Wilayah Lumbis Ogong Masih Tetap Ikut Diklaim ...

Samuel: Empat Wilayah Lumbis Ogong Masih Tetap Ikut Diklaim Malaysia

Masyarakat ingin pemerintah membangun daerah itu agar tidak diklaim oleh Malaysia atau jangan sampai kita kalah duluan dari Malaysia

Samuel: Empat Wilayah Lumbis Ogong Masih Tetap Ikut Diklaim MalaysiaTribun Kaltim/wilSamuel ST Padan, Kepala Biro Pengelola Perbatasan Setprov Kalimantan Utara

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Arfan

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Di Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan, Biro Pengelolaan Perbatasan Setprov Kalimantan Utara mencatat ada empat wilayah outstand ing boundary problems (OBP) atau wilayah yang disengketakan dua negara yang bertetangga, Indonesia-Malaysia.

Walau demikian kawasan yang disengketakan itu banyak dihuni oleh masyarakat Lumbis Ogong yang notabene merupakan masyarakat Indonesia.

"Masyarakat kita ingin pemerintah membangun daerah itu agar tidak diklaim oleh Malaysia atau jangan sampai kita kalah duluan dari Malaysia membangun di situ," kata Samuel ST Padan Kepala Biro Pengelolaan Perbatasan Setprov Kalimantan Utara kepada Tribunkaltim.co, Selasa (4/9/2018).

Keempat titik yang masih sengketa ialah Sungai Simantipal dengan kawasan OBP seluas 123 ribu hektare dan Sungai Sinapad 4.800 hektare.

Kemudian titik B2700-B3100 dan C500-C700.

"Itu di Lumbis Ogong. Di Sebatik Tengah ada juga OBP. Tepatnya di patok 5," kata Samuel.

Malaysia kata Samuel getol mengklaim wilayah Sinapad dan Simatimpal merupakan wilayahnya. Indonesia juga demikian. Hal itu dibuktikan banyakny a masyarakat adat Indonesia yang secara turun temurun mendiami kawasan-kawasan tersebut.

Baca: Mulai Hari Ini Warga Sudah Bisa Ambil SIM di Polres Kabupaten/Kota Wilayah Kalimantan Utara

"Bahkan dari kesepakatan Belanda dan Inggris tahun 1915, posisi Sinapad dan Simantipal itu sudah betul posisinya (di wilayah Indonesia). Tetapi Malaysia mungkin tidak puas atas itu," kelakar Samuel.

Samuel mengatakan, masyarakat Lumbis Ogong mempersilahkan pusat berdiplomasi soal batas negara tersebut. Namun yang terpenting adalah membangun infrastruktur di daerah tersebut.

"Masyarakat mau, jangan sampai ada masalah OBP, tambah tidak diperhatikan. Masyarakat berkaca pada pengalaman lepasnya Sipadan dan Ligitan. Tentu kita semua bangsa Indonesia tidak mau kecolongan lagi," sebutnya. (Wil)

Editor: Eko Sutriyanto Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Bintara Polisi Dianiaya Dua Seniornya hingga Tewas di Sultra, Terungkap Motif Pelaku Sumber: Berita Kalimantan Utara