Kirim Berita Kaltara: Klik Disini | Konfirmasi Berita Kaltara: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

41.533 Warga di Kaltara Belum miliki hunian Pribadi, Ini Kata Kadis ...

Posted by On 14.28

41.533 Warga di Kaltara Belum miliki hunian Pribadi, Ini Kata Kadis ...

41.533 Warga di Kaltara Belum miliki hunian Pribadi, Ini Kata Kadis PUPR

Tingginya angka backlog ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan pemerintah dalam fasilitasi penyediaan hunian bagi masyarakat

41.533 Warga di Kaltara Belum miliki hunian Pribadi, Ini Kata Kadis PUPRTribun Kaltim/M ArfanDeretan rumah yang dibangun oleh pengembang di Tanjung Selor belum lama ini.

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Arfan

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Backlog kepemilikan rumah di Kalimantan Utara mencapai 41.533 unit. Itu merupakan data Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan yang dirangkum Dinas PUPR Perkim Kalima ntan Utara.

Itu artinya ada 41.533 warga yang belum memiliki hunian pribadi. Tingginya angka backlog ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan pemerintah dalam fasilitasi penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kepala Dinas PUPR Perkim Kalimantan Utara Suheriyatna kepada Tribunkaltim.co menjelaskan, program penyediaan perumahan bagi MBR di Kalimantan Utara adalah langsung dalam penanganan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Bidang Perumahan.

Baca: Maia Estianty Ngaku Panik saat Terjadi Gempa Lombok yang Terasa hingga di Bali

Mereka yang tergolong MBR adalah yang berpenghasilan Rp 4 juta ke bawah. Ia mengatakan, pemerintah sudah mencanangkan program penyediaan rumah melalui kredit kepemilikan rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan bunga 6 persen.

Namun yang menjadi tantangan di Kalimantan Utara adalah harga lahan yang tinggi. Sehingga developer atau pengembang pro perti perumahan sangat berat untuk berinvestasi di sektor ini. Kalau pun ada, maka akan mengambil lokasi di pinggiran kota, agak jauh dari pusat kota dan pemerintah.

Di samping itu, harga rumah tapak menjadi mahal dibandingkan dengan harga di wilayah Jabodetabek. Kisaran harga rumah tapak di Kalimantan Utara mulai dari Rp 142 juta.

Baca: Lagi, KPUD PPU Curigai Satu Bacaleg Mantan Koruptor

"Dengan harga segitu, tentu memberatkan masyarakat MBR. Utamanya dari segi lahan, sangat sempit, apalagi dengan luas atau spesifikasi rumahnya. Jadinya masyarakat juga terkadang enggan membeli rumah tapak," sebutnya saat disua, Senin (6/8/2018).

Selain harga lahan yang menyebabkan mahalnya harg hunian, terkadang bank penyalur jug sangat selektif memberi fasilitas KPR pada masyarakat MBR.

"Sebetulnya contoh pedagang sayur juga ingin punya rumah. Tetapi bank juga akan mengkaji kemampuan pengangsuran tiap bulannya," ujarnya.

< p>Baca: Kapal Terbalik di Indramayu, 13 AKB Selamat Ditolong Kapal Tanker Kini Mereka Berada di Sampit

"Jangankan pedagang kecil, kami Pegawai Negeri Sipil saja masih banyak yang belum punya rumah, karena mahal. Sewa rumah saja sudah sangat mahal," katanya.

Penulis: Muhammad Arfan Editor: Januar Alamijaya Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Kronologi Wanita Diculik untuk Dijadikan Tumbal, Ditemukan 15 Tahun Kemudian di Sela-sela Batu Sumber: Berita Kalimantan Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »