www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

N-219 Belum Bisa Diboyong ke Kaltara Tahun Ini, Begini Alasannya

Posted by On 00.57

N-219 Belum Bisa Diboyong ke Kaltara Tahun Ini, Begini Alasannya

N-219 Belum Bisa Diboyong ke Kaltara Tahun Ini, Begini Alasannya

Pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) tampaknya belum bisa diboyong ke Kalimantan Utara tahun ini

N-219 Belum Bisa Diboyong ke Kaltara Tahun Ini, Begini AlasannyaistimewaGubernur Irianto Lambrie, Wagub Udin Hianggio, dan Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon mengabadikan momen dengan latar pesawat N-219 di markas PT Dirgantara Indonesia, Jumat (12/1/2018)

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pesawat N-219 produksi PT Dirgantara Indonesia (DI) tampaknya belum bisa diboyong ke Kalimantan Utara tahun ini. PT DI masih harus menuntaskan uji jam terbang yang baru terealisasi sekitar 20 persen.

Kepala Dinas Perhubungan Kalimantan Utara Taupan Majid menjelaskan, N-219 harus menuntaskan uji terbang selama 350 jam. Kemungkinan proses pengujian itu baru selesai Desember 2018 ini.

"Target mereka juga Desember. Kita tunggu saja itu. Mereka schedule-nya memang begitu. Kalau jam terbang selesai, sertifikatnya baru bisa keluar, lalu kemudian mereka bisa menjual," sebut Taupan, Senin (25/6/2018) kepada Tribun.

Baca: Jelang Pilgub Kaltim, PLN Siagakan Petugas hingga H+7

Kementerian Perhubungan lanjutnya tidak tinggal diam. Melalui Dewan Kelaikan Pesawat, PT DI sudah didesak untuk menambah tenaga penguji.

Lalu Taupan meyakini pesawat N-219 baru bisa diboyong tahun depan. Pemprov Kalimantan Utara sudah menyiapkan anggaran senilai Rp 78 miliar untuk membeli satu unit pesawat karya anak bangsa itu.

Pemprov sudah memesan satu unit dan akan dibayar bertahap di 2018 dan 2019. Namun demikian, Taupan juga mengaku anggaran pembelia n itu kemungkinan belum bisa diserap tahun ini karena menunggu uki terbang N-219 tadi.

Baca: Rudal Patriot Israel Tembak Jatuh Drone di Perbatasan Suriah, Beberapa Jam Sebelum William Tiba

"Nanti di perubahan kita liat, kalau belum terjadi kontrak, kita jadikan pos anggaran lagi di 2019 (dana tahun ini)," sebutnya.

Perjanjian yang sudah disepakati Pemprov dan PT DI baru sebatas bersamaan dijalinnya kesepakatan dengan Pelita Air Service.

Untuk diketahui, Pelita Air Service dipercaya mengoperasikan dan merawat N-219 di Kalimantan Utara. Pemprov mengandalkan pengalaman Pelita Air Service dalam menajemen dan pengoperasian pesawat terbang.

Baca: Bela Timnas, Bek Barca dan Real Madrid Tidak Masukkan Pemain Atletico Madrid di Grup WA

Bersamaan dengan itu, Pelita Air Service juga memboyong banyak pesawat N-219 untuk ia operasikan di Kalimantan Utara dan Papua.

Halaman selanjutnya 123
Penulis: Muhammad Arfan Editor: Januar Alamijaya Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Beredar Video Syur Disebut Mirip Aura Kasih, Begini Kata Pakar Telematika! Sumber: Berita Kalimantan Utara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »