Kirim Berita Kaltara: Klik Disini | Konfirmasi Berita Kaltara: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

UKM Indonesia Dapat Peluang Baru Merambah Pasar Malaysia

Posted by On 05.11

UKM Indonesia Dapat Peluang Baru Merambah Pasar Malaysia

Tribunners / Citizen Journalism

UKM Indonesia Dapat Peluang Baru Merambah Pasar Malaysia

Posisi Malaysia sebagai pusat startup teknologi kini semakin kuat. Peresmian Digital Free Trade Zone (DFTZ) di Malaysia, atau wadah ekonomi digital pe

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Posisi Malaysia sebagai pusat startup teknologi kini semakin kuat. Peresmian Digital Free Trade Zone (DFTZ) di Malaysia, atau wadah ekonomi digital pertama di dunia selain Tiongkok yang menciptakan 60.000 pekerjaan, berperan penting dalam mengukuhkan kekuatan ekonominya di Asia Tenggara.

Baca: Berhasil Lulus Berkat Gurunya, Siswa SMA Menangis dan Minta Maaf Sering Lompat Pagar

Seperti disampaikan Tan Sri Musa Aman (Musa Aman), Ketua Menteri Sabah, neg ara bagian tersebut kini mengalokasikan RM 44,4 juta, atau lebih dari Rp 150 miliar, kepada 102 inkubator lewat program pengembangan kewirausahaan demi peningkatan inovasi start-up dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Optimizinc, sebuah platform digital Indonesiayang membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), melihat ini sebagai peluang bagi UKM dan startup di Indonesia untuk merambah pasar Malaysia.

"Saya meyakini, hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Malaysia akan memasuki babak baru. Kini, Indonesia harus terus menciptakan berbagai peluang baru bagi UKM agar bisa memanfaatkan pasar Malaysia yang terus berkembang," ujar Annisa M Azwan, Direktur Pemasaran Optimizinc, Kamis (3/4/2018).

Berdiri sejak tahun 2017, Optimizinc telah menyukseskan 71 UKM di Indonesia.

Baca: Resmi Dukung Khofifah dan Emil Dardak, PSI Ungkap 2 Alasan Utamanya

Pembangunan jalur darat Serudong (Sabah, Malaysia) dan Simanggaris (Kalimantan U tara, Indonesia) รข€" yang ditargetkan selesai 2019, berperan penting mendorong perekonomian Sabah dengan melibatkan industri berteknologi canggih.

"Jalan ini akan menjadi peluang kerja sama yang luar biasa bagi kedua negara. Kalimantan Utara, misalnya, akan menyediakan banyak sumber daya alam dan hasil pertanian. Sementara Sabah, berkontribusi menyalurkan teknologi dan pengetahuan, melalui rantai nilai lintas batas, " tambah Annisa M Azwan.

Saat ini, Kalimantan Utara menjadi pasar ekspor yang kuat bagi Sabah, dan sumber terbesar berasal dari sektor agribisnis, seperti kopi dan kelapa sawit. Pada 2017, nilai ekspor kopi ke Sabah bahkan mencapai Rp 14 miliar per bulan.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Samuel Febrianto Tribunners merupakan jurn alisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com Ikuti kami di Istri Sujud ke Suami hingga Nyaris Pingsan, Ternyata Ini yang Terjadi saat Belanja di Warung Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »