Kirim Berita Kaltara: Klik Disini | Konfirmasi Berita Kaltara: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Mobilisasi Alat Berat PLTA Besahan Diundur ke Juli

Posted by On 18.03

Mobilisasi Alat Berat PLTA Besahan Diundur ke Juli

Mobilisasi Alat Berat PLTA Besahan Diundur ke Juli

PT Kayan Hidro Energi juga bakal didukung perusahaan asal Tiongkok lainnya, yaitu China Power.

Mobilisasi Alat Berat PLTA Besahan Diundur ke Juli(HO/PUPR Perkim Kaltara)Siteplan bendungan tahap I PLTA Besahan, Kabupaten Bulungan.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Rencana awal PT Kayan Hidro Energi memobilisasi peralatannya ke area pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan pada Juni mendatang diundur ke bulan Juli.

Kepala Dinas PUPR Perkim Kalimantan Utara Suheriyatna menjelaskan pengunduran rencana itu karena bulan Juni bakal bertepatan momentum Ramad han dan Lebaran Idul Fitri.

Percepatan pembangunan PLTA Besahan memang difasilitasi dan menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah (Pemprov Kalimantan Utara dan Pemkab Bulungan). Sebab PLTA berkapasitas 9.000 Megawatt itu diharapkan menopang salah satu proyek strategis di Kalimantan. Yaitu Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional di Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan.

Pemprov sebutnya sudah bertemu Menteri PUPR Basuki Hadimuljono belum lama ini memastikan kapan dikeluarkannya Izin Kontruksi PLTA Tahapn I (Bendungan berkapasitas 900 Megawatt.

"Sampai saat ini investor masih menunggu izin itu. Yang jelas kita upayakan dan menjadi komitmen pusat untuk menerbitkan izin itu dalam waktu dekat ini," kata Suheriyatna.

Suheriyatna melanjutkan, beberapa waktu lalu tim Kementerian PUPR sudah turun melaksanakan survei di lokasi pembangunan bendungan. Itu diklaim sebagai salah satu prosedur sebelum izin diberikan.

&qu ot;Hal-hal yang bersifat teknis harus dipastikan semua. Kontruksi bendungan kan punya risiko tinggi. Jadi harus dipastikan bendungan nanti bisa berfungsi maksimal dan kokoh," katanya.

Hal lain yang paling dinantikan adalah tindaklanjut kerjasama Indonesia-Tiongkok dalam kerjasama Global Maritime Fulcrum-Belt and Road Initiative (GMF-BRI) atau One Belt One Road (OBOR). Kementerian Perencana Pembangunan Nasional Tiongkok atau disebut National Development Reform Commision (NRDC) kata Suheriyatna bakal punya peran juga dalam percepatan pembangunan PLTA itu.

Suheriyatna mengatakan, NRDC punya kebijakan yang sangat vital terkait kelanjutan PLTA Besahan. NRDC merupakan lembaga yang akan memutuskan bisa tidaknya proyek tersebut mendapatkan pembiayaan dari Tiongkok. Perlu diketahui, pembangunan PLTA Sungai Kayan bakal dilaksa akan secara konsorsium antara antara perusahaan dalam negeri dan Tiongkok.

NRDC sudah merangkum sejumlah informasi penting soal dua proyek str ategis di Kalimantan Utara itu, PLTA Besahan dan KIPI Tanah Kuning - Mangkupadi. "Mereka menyambut baik rencana pembangunan PLTA berkapasitas 9.000 MW itu. Tinggal kita tunggu keputusannya," katanya.

PT Kayan Hidro Energi juga bakal didukung perusahaan asal Tiongkok lainnya, yaitu China Power.

Suheriyatna menjelaskan, selain membangun bendungan, PT KHE akan membangun jalan akses sepanjang 9 kilometer ke titik bendungan. Termasuk pula pelabuhan.

Bendungan PLTA Besahan tahap I diproyeksikan selesai terbangun 3 sampai 4 tahun. "Target investor, bendungan tahap I itu bisa selesai dalam 5 tahun. (*)

Penulis: Muhammad Arfan Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Video Wanita Pakai Hotpants Diadang Warga di Sleman Viral, Camat Beri Penjelasan soal Busana Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »