www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Inilah Kasus Ujaran Kebencian yang Melibatkan PNS dan Pegawai ...

Posted by On 10.30

Inilah Kasus Ujaran Kebencian yang Melibatkan PNS dan Pegawai ...

Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/IPOPBA Ilustrasi media sosial

KOMPAS.com - Kasus ujaran kebencian dan hoaks yang disebar lewat media sosial cukup menyedot perhatian masyarakat.

Apalagi sejumlah ujaran kebencian yang diunggah media sosial dilakukan para PNS dan pegawai BUMN.

Berikut sejumlah kasus penyebaran ujaran kebencian dan hoaks yang menonjol sejak tahun lalu.

1. PNS Dijerat UU ITE

Seorang PNS berinisal A dan S, seorang satpam kantor pegadaian Kota Tarakan, Kalimantan Utara harus berurusan dengan polisi.

Sebab, keduanya ditengarai menyebarkan penghinaan kepada Polri lewat akun Facebook mereka.

Baca juga: Soal Ujaran Kebencian PNS, BKN Dahulukan Proses Hukum

Alhasil, mereka harus menjalani pemeriksaan di unit Jatanras Polres Tarakan pada Rabu (14/6/2017).

Kasus ini berawal saat polisi lalu lintas menegur A lantaran berhenti di depan kedai KFC di samping halte Plaza THM.

Polisi menyebut, tempat itu merupakan area dilarang parkir dan A diminta memindahkan mobilnya ke area parkir Plaza THM.

Keberatan dengan teguran polisi itu, A kemudian menulis status pada sebuah forum jual beli di FB, Sabtu (9/6/2017).

“Sore2 kena tilang karena stop di tanda larangan p ditanya apa beda tanda larang P dan S dijawab sama aja. Kok gitu lulus jadi polisi. Tidak bisa bedakan tanda larangan P dan S dasar polisi bodoh. Kita bikin coba ramaikan saja biar banyak yang baca, banyakan likenya aja biar lain tahu.“

Baca juga: Upaya Pemerintah Tangani Ujar an Kebencian di Kalangan PNS

Komentar ini kemudian banyak mendapat balasan salah satunya dari S yang menggunakan nama akun Trio Langgeng.

“p=polisi, s= sinting jdi itu lh maksut tnda P&S di jln, yg nilang tuh polisi sinting.”

Polisi pun menjerat A dan S dengan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

2. Ujaran kebencian pejabat Kota Lhokseumawe

Polres Lhokseumawe menangkap Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Mayarakat dan Gampong Kota Lhokseumawe, Aceh, berinisial BU.

BU ditangkap terkait kasus ujaran kebencian terhadap institusi pemerintah dan Polri melalui akun sosial miliknya, Selasa (15/2/2018).

“Kalau ada polisi yang meninggal dan belum jelas kronologisnya dalam kasus teroris, media yang dibackup orang-orang kafir dan munafik menggiring berita sudutkan Islam,” demikian BU lewat akun medsosnya.

Baca juga: Enam Bentuk Ujaran Kebencian yang Tergolong Pelanggar an bagi ASN

“Pengungkapan tersebut berawal dari temuan patroli cyber di media sosial Facebook dan menemukan akun Facebook BU yang terkait dengan ujaran kebencian terhadap pemerintah dan Polri,” ujar Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta.

Menurut Ari, ujaran kebencian itu ditulis BU sejak 2017 hingga saat ini dengan berbagai tema.

“Akibat perbuatannya, tersangka dikenai dengan UU ITE dengan ancaman enam tahun penjara,” kata Ari.

3. Pilot Garuda Indonesia

Manajemen Garuda Indonesia menonaktifkan oknum pilot yang diduga mengunggah dukungan terhadap teroris lewat akun media sosialnya, Jumat (18/5/2018).

"Selanjutnya, oknum pilot tersebut akan kami investigasi lebih lanjut tentang apakah hal tersebut benar dan perihal motif serta latar belakang terkait postingan di media sosial tersebut," kata Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Hengki Heriandono melalui keterangan tertulis kepada Kom pas.com, Sabtu (19/5/2018).

Oknum pilot dengan inisial OGT ini sebelumnya ramai diperbincangkan atas komentarnya terhadap peristiwa bom di Surabaya.

OGT, melalui akun Facebook miliknya, menilai bom Surabaya merupakan rekayasa dan ada aktor lain di balik para pelaku yang telah diungkap kepolisian.

4. PNS Kalbar sebut bom Surabaya rekayasa

FSA (37), kepala sekolah sebuah SMP negeri di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, terancam diberhentikan dari jabatannya.

Dia terancam diberhentikan dari pekerjaannya setelah menyebut teror bom di tiga gereja di Surabaya adalah rekayasa.

Baca juga: Diduga Tulis Ujaran Kebencian di Facebook, Seorang Perawat Ditangkap Polisi

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya yang menyikapi kasus tersebut dengan menerbitkan surat pemberhentian sementara untuk FSA.

"Akan diberhentikan sementara karena statusnya baru tersangka, bukan terpidana," kata Romi, Kamis (17/5/2018).

FSA ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalbar setelah diperiksa selama beberapa jam pada Rabu (16/5/2018).

Kompas TV Sejumlah orang ditangkap karena diduga menyebar berita bohong dan ujaran kebencian terkait aksi terorisme yang terjadi belakangan ini.


Page: 12 Show All

Berita Terkait

Bawaslu Awasi Politik Uang dan Ujaran Kebencian di Bulan Ramadhan

Eksepsi Ditolak, Kasus Ujaran Kebencian Ahmad Dhani Dilanjutkan

Membawa Pilkada dan Pemilu Tanpa Ujaran Kebencian dan Hoaks

Jelang Pemilu, Polri Imbau Tokoh Masyarakat dan Politik Tak Sebar Ujaran Kebencian

Seorang Tokoh Agama Divonis 3 Tahun Penjara dalam Kasus Ujaran Kebencian

Terkini Lainnya

Penembak Jitu Disiagakan di Daerah Rawan Kriminalitas di Jaktim

Penembak Jitu Disiagakan di Daerah Rawan Kriminalitas di Jaktim

Megapolitan 22/05/2018, 23:37 WIB Gara-gara Kabar Hoaks, Warga 'Serbu' Pos Pemantauan Gunung Merapi

G ara-gara Kabar Hoaks, Warga "Serbu" Pos Pemantauan Gunung Merapi

Regional 22/05/2018, 23:16 WIB Polisi Tetapkan 1 Tersangka dalam Kasus Tewasnya Tahanan Rutan Rembang

Polisi Tetapkan 1 Tersangka dalam Kasus Tewasnya Tahanan Rutan Rembang

Regional 22/05/2018, 23:07 WIB Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Tanggapan Presiden PKS dan Fahri Hamzah

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Tanggapan Presiden PKS dan Fahri Hamzah

Megapolitan 22/05/2018, 22:37 WIB Agar Fair, Bawaslu Diminta Proses Dugaan Kampanye Dini Parpol Selain PSI

Agar Fair, Bawaslu Diminta Proses Dugaan Kampanye Dini Parpol Selain PSI

Nasional 22/05/2018, 22:36 WIB Serangan ISIS di Kawasan Gurun Suriah Tewaskan 26 Pasukan Pemerintah

Serangan ISIS di Kawasan Gurun Suriah Tewaskan 26 Pasukan Pemerintah

Internasional 22/05/2018, 22:28 WIB Mensos Sambangi Korban Kebakaran Cipinang Muara

Mensos Sambangi Korban Kebakaran Cipinang Muara

Megapolitan 22/05/2018, 22:21 WIB BNPT Mengaku Tak Bisa Terus Pantau WNI yang Gagal Masuk Suriah

BN PT Mengaku Tak Bisa Terus Pantau WNI yang Gagal Masuk Suriah

Nasional 22/05/2018, 22:18 WIB Ketua DPR Apresiasi Capaian Kinerja 3,5 Tahun Jokowi-JK

Ketua DPR Apresiasi Capaian Kinerja 3,5 Tahun Jokowi-JK

Nasional 22/05/2018, 22:12 WIB Merasa Nama Baik Tercemar, Ketua DPRD dan Wakil Saling Lapor Polisi

Merasa Nama Baik Tercemar, Ketua DPRD dan Wakil Saling Lapor Polisi

Regional 22/05/2018, 22:11 WIB Fadli Zon Resmikan Posko Pemenangan Prabowo Subianto di Solo

Fadli Zon Resmikan Posko Pemenangan Prabowo Subianto di So lo

Regional 22/05/2018, 22:10 WIB Seorang Gadis Palembang Diperkosa Pria yang Dikenalnya di Facebook

Seorang Gadis Palembang Diperkosa Pria yang Dikenalnya di Facebook

Regional 22/05/2018, 22:02 WIB Hanya 22 dari 97 Bus AKAP di Terminal Kalideres yang Lolos Uji Kelaikan

Hanya 22 dari 97 Bus AKAP di Terminal Kalideres yang Lolos Uji Kelaikan

Megapolitan 22/05/2018, 22:00 WIB Komisi II Minta KPU Tak Larang Mantan Terpidana Korupsi Calonkan Diri

Komisi II Minta KPU Tak Larang Mantan Terpidana Korupsi Calonk an Diri

Nasional 22/05/2018, 21:55 WIB Gedung Putih Bantah Terbitkan Koin Bergambar Trump-Kim Jong Un

Gedung Putih Bantah Terbitkan Koin Bergambar Trump-Kim Jong Un

Internasional 22/05/2018, 21:53 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »