Tekan Biaya Logistik, Menteri Rini Dukung Program Direct Call

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Tekan Biaya Logistik, Menteri Rini Dukung Program Direct Call

Berita 24 Indonesia
Minggu, 08 April 2018
Tekan Biaya Logistik, Menteri Rini Dukung Program Direct Call

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian BUMN menyambut baik langkah PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo IV (Persero) memperluas pelayanan ekspor langsung atau internasional direct call, rute Balikpapan â€" Shanghai.

Layanan itu melalui terminal petikemas milik PT Kaltim Kariangau Terminal (anak perusahaan Pelindo IV), Senin (9/4/2018).

Direct call merupakan pelayaran langsung petikemas dari pelabuhan dalam negeri ke pelabuhan tujuan yang ada di luar negeri tanpa singgah di pelabuhan mana pun yang ada di dalam negeri.

"Momen ini merupakan bentuk kehadiran BUMN untuk negeri yang menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Timur," kata Menteri BUMN Rini M Soemarno dalam keterangan tertulis.

  • Tahun Ini, Pemerintah Serahkan 15 Bandara dan Pelabuhan ke Swasta
  • Konektivi tas Pelabuhan Mampu Tekan Inflasi di Kawasan Timur
  • Tol Laut agar Makin Efektif Perlu Perbanyak Gudang dan Truk

Sebelumnya, Pelindo IV juga telah memfasilitasi pelaksanaan direct call pada empat pelabuhan yang dikelola, mulai dari Pelabuhan Makassar, Pelabuhan Sorong, dan Pelabuhan Bitung. Ini adalah langkah nyata BUMN, Pelindo IV, dalam upaya peningkatan ekonomi, peningkatan ekspor dari kawasan Indonesia timur.

Direct call dari PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) ini akan menjadi Hub Internasional untuk Kalimantan Timur. Untuk skala lebih luas, pelaksanaan direct call melalui Pelabuhan Balikpapan telah memberikan stimulus positif bagi perekonomian Kalimantan Timur dan sekitarnya. Salah satunya dengan menekan biaya logistik USD 300 - 500 per kontainer serta memangkas durasi pengiriman komoditas ke sejumlah negara tujuan ekspor.

Oleh karena itu, Kementerian BUMN mengimbau kepada pemerintah daerah untuk bersama-sama m enyukseskan program ini dan dapat berkesinambungan serta meningkat dari tahun ke tahun

Rini mengatakan, pihak Kementerian BUMN mendukung penuh dan memberikan apresiasi atas inisiatif BUMN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Dukungan Kementerian BUMN juga diberikan kepada Pelindo IV dalam mewujudkan proyek strategis tol laut.

Saat ini, dilaporkan oleh manajemen Pelindo IV, sejumlah proyek strategis telah selasai dan siap beroperasi, antara lain; dermaga pelabuhan dan petikemas Ternate, Jayapura, Merauke, Biak, dan Ambon.

1 dari 2 halaman

Selanjutnya

Capai USD 15,09 Miliar, Ekspor Oktober Meningkat
Dua orang petugas menunggu bongkar muat di Jakarta International Contener Terminal (JICT),Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (16/11). Nilai tersebut mengalami kenaikan 3,62% dibanding bulan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sejala n dengan itu, Pelindo IV diharapkan terus menjaga komitmennya dalam hal pelayanan publik yang sangat berdampak pada penurunan harga logistik, efisiensi waktu, hingga dapat menumbuhkan ekonomi daerah dan nasional.

"Selain biaya logistik bisa lebih hemat, daya saing produk pun akan meningkat. Misalnya seperti ikan beku jauh lebih segar bila lewat jalur direct call karena waktunya lebih singkat. Dan tentunya ini akan memberikan multiplier effect bagi Kawan Timur Indonesia (KTI)," tambah Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung.

Ekspor langsung perdana PT Kaltim Kariangau Terminal (anak usaha PT Pelindo IV) dilepas oleh Kementerian BUMN, yang diwakili Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan, Ahmad Bambang.

Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak, Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie, pejabat daerah Provinsi Kaltim dan Kaltara, serta pejabat di lingkungan PT Pelindo IV.

Ekspor langsung perdana 100 kontainer dari Balikpapan ini bekerja sama dengan perusahaan pelayaran asal Hong Kong, SITC, menggunakan kapal MV Meratus Tomini dengan rute pelayaran Balikpapan langsung menuju ke Shanghai, China. Di pelayaran langsung perdana ini, komoditas yang diangkut, yaitu coconut fiber dan kayu olahan (plywood). (Yas)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Menakar prospek ekonomi Indonesia pada 2018

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara