www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Dua prajurit TNI ditangkap kepolisian Malaysia

Posted by On 22.41

Dua prajurit TNI ditangkap kepolisian Malaysia

Foto ilustrasi. Pasukan pengamanan perbatasan dari Kodam Mulawarman di Nunukan-Bulungan, Kalaimantan Utara.
Foto ilustrasi. Pasukan pengamanan perbatasan dari Kodam Mulawarman di Nunukan-Bulungan, Kalaimantan Utara. | Sri Gunawan Wibisono /Beritagar.id

Dua orang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditahan Polisi Diraja Malaysia di perbatasan Kuching, Sarawak, Malaysia, Jumat (23/3) pukul 03.00 waktu setempat.

Garda Nasional memberitakan Departemen Investigasi Kejahatan Malaysia mendapati dua prajurit TNI berboncengan naik sepeda motor curian di perbatasan Kuching, Sarawak, yang bersebelahan dengan Kalimantan Utara.

"Polisi memblokir sepeda motor itu dan me nahan dua lelaki Indonesia yang memakai celana TNI-AD," kata Kepala JSJ Sarawak, Datuk Dev Kumar.

Seorang di antara pengendara ini membawa senapan serbu (SS) 1 berikut 15 butir peluru tajam. Bahkan saat diminta menunjukkan identitasnya, keduanya tercatat merupakan personil aktif TNI. Pemeriksaan lebih lanjut mengungkapkan bahwa asal usul sepeda motor tersebut persis yang dilaporkan hilang di Sekarna, Kuching, pada tahun lalu.

Lantaran tuduhan serius ini, Komando Daerah Militer Tanjungpura belum secara tegas membantahnya. Namun Kepala Penerangan Kolonel Infantri Tri Rana Subekti membenarkan penahanan dua anggotanya; yakni Kopral Dua M. Rizal dan Prajurit Kepala Subur Arianto oleh aparat Malaysia.

"Masih ditahan aparat Malaysia di perbatasan," paparnya.

Sementara ini menurut laporan di lapangan, Tri Rana mengetahui raibnya dua prajurit itu setelah operasi rutin pengendapan di sepanjang perbatasan Indonesia - Malaysia. Kebetulan Komandan SSK II Pamtas Yonif 642, Kapten Infantri Suyitno memerintahkan tugas pengendapan sejumlah jalur tikus perbatasan dua negara.

Operasi ini terbagi dua grup.

Grup pertama diperkuat Sersan Satu Abiyulsani dan Prajurit Satu Eka Satria yang menelusuri sepanjang jalan tikus di simpang 4 jalan divisi kebun sawit PT Ledo Lestari Semunying. Grup kedua terdiri Kopda M. Rizal dan Praka Subur Arianto yang berjalan mengendap di perbatasan di sekitar perkebunan sawit Malaysia, PT Rimbunan Hijau.

"Sisa pasukan menjaga Pos Sei Saparan dipimpin Wadanpos. Operasi ini dilaksanakan hari Kamis," ungkap Tri Rana.

Sehari kemudian, Pos Sei Saparan putus komunikasi dengan grup kedua terdiri Kopda M Rizal dan Praka Subur Arianto. Grup pertama gagal menemui jejak rekannya ini di sekitar kawasan perkebunan sawit PT Rimbunan Hijau.

Menurut informasi pekerja kebun sawit, Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menangkap dua orang berseragam askar TNI. Grup pertama ini lantas melaporkan h ilangnya grup kedua kepada Komandan SSK II Pamtas Yonif 642.

Saat bersamaan, Komandan Satuan Tugas Yonif 642, Letnan Kolonel Faisal Amri mendapat laporan soal penahanan dua anak buahnya atas tuduhan melanggar batas wilayah kedua negara. Adalah Tentara Diraja Malaysia RAMD 11 yang membuka informasi soal penahanan keduanya di Kantor Polis Diraja Malaysia Wilayah Lundu.

Hingga kini, Kodam Tanjungpura menyerahkan permasalahan ini ke Kementerian Luar Negeri guna memulangkan dua anggotanya. Mereka juga berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal RI serta ILO RI di Kuching, Serawak, untuk melakukan upaya pemulangan kedua prajurit tersebut.

"Karena sudah menjadi masalah dua negara, kami serahkan pada Kementerian Luar Negeri untuk proses pemulangan," kata Tri Rana.

Penyelundupan mobil dan sepeda motor menjadi permasalahan serius di sekitar perbatasan Malaysia dan Kalimantan. Sejak tahun lalu, misalnya seperti diberitakan Jawa Pos, mobil selundupan asal Malaysia m asuk ke Kalimantan.

"Mobil bodong" itu dihargai cukup murah di Kalimantan Barat (Kalbar). Harga per unit mobil mewah cuma Rp50 juta.

Belum lama ini, anggota Satgas Pamtas Batalyon 502/Ujwala Yudha Para Raider berhasil menggagalkan penyeludupan mobil sedan Proton QAT 8150 asal Malaysia di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalbar.

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Komisaris Besar Nanang Purnomo mengakui praktik penyelundupan mobil dan sepeda motor sempat marak beberapa tahun terakhir. Namun selama tahun 2018 ini, Nanang mengklaim sudah mampu menekan jumlahnya.

"Semenjak saya menjabat, sudah tidak ada lagi mobil dan motor bodong," papar perwira yang baru menjabat tiga bulan di Polda Kalbar ini. Kebetulan polisi mengutamakan penindakan kendaraan bermotor selundupan di wilayah Kalbar dan sekitarnya.

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »