www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Singapore Airshow 2018, Puluhan Pesawat N219 Laku Dipesan

Posted by On 00.20

Singapore Airshow 2018, Puluhan Pesawat N219 Laku Dipesan

Singapore Airshow 2018, Puluhan Pesawat N219 Laku Dipesan Reporter:

Ahmad Fikri (Kontributor)

Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

Kamis, 8 Februari 2018 08:52 WIB
Singapore Airshow 2018, Puluhan Pesawat N219 Laku Dipesan

Pesawat N219 melintasi taxi way usai terbang perdana di hanggar PT Dirgantara Indonesia, Bandung, Jawa Barat, 16 Agustus 2017. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, BANDUNG - PT Dirgantara Indonesia menandatangani sejumlah framewo rk agreement pembelian pesawat N219 Nurtanio di sela Singapore Airshow 2018, Senin, 5 Februari 2018. PT Dirgantara Indonesia mengumumkan rencana pembelian sedikitnya 75 unit pesawat N219 Nurtanio oleh sejumlah pemerintah daerah dan maskapai dalam negeri.

Pemerintah Provinsi Aceh, misalnya, menandatangani framework agreement mengenai rencana pembelian 50 unit pesawat N219. Framework agreement rencana pembelian itu ditandatangani Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dengan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro di Singapura, Rabu, 7 Februari 2018. "Penandatanganan kerja sama itu disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno," demikian dikutip dari siaran pers, Rabu.

Simak: Tiga Pemerintah Daerah Pesan 53 Unit Pesawat N219

Dalam siaran pers tersebut, lingkup kerja sama antara Pemprov Aceh dan PT DI termasuk rencana pendirian lini produksi pesawat N219 Nurtanio di Aceh serta pengembangan sumber daya manusia warga Aceh d alam bidang industri dirgantara. Fasilitas produksi yang dijajaki keduanya juga termasuk pembuatan komponen pesawat N219 Nurtanio serta fasilitas perawatan pesawat perintis tersebut. Kerja sama itu juga menjajaki kemungkinan memperluas kerja sama keduanya untuk sejumlah pesawat lain produksi PT DI.

PT Pelita Air Service berminat membeli pesawat N219 sedikitnya 20 unit dan maksimal 80 unit, termasuk kerja sama pengembangan fasilitas perawatan pesawat perintis tersebut. Kedua perusahaan itu akan menyusun kajian analisis operasional dan komersialisasi pesawat itu di Indonesia. PT Pelita Air Service juga akan dilibatkan dalam proses pengiriman pesawat N219 Nurtanio.

Di hari yang sama, PT Dirgantara Indonesia juga menandatangani framework agreement dengan PT Trigana Air Service untuk rencana pembelian sedikitnya lima unit pesawat N219, hingga opsi maksimalnya 10 unit pesawat tersebut. Naskah kerja sama itu ditandatangani Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia den gan Direktur Teknik PT Trigana Air Service Rudi Hartono di sela Singapore Airshow 2018 di Singapura, Rabu. Menteri BUMN Rini Soemarno menyaksikan penandatanganan naskah kerja sama kedua perusahaan tersebut.

Dalam naskah kerja sama keduanya, PT Dirgantara Indonesia akan membantu Trigana Air mendapatkan pendanaan untuk membeli pesawat N219 Nurtanio. Framework agreement antara TP DI dan Trigana Air itu berlaku dua tahun.

PT Dirgantara Indonesia juga menandatangani framework agreement dengan Avitra Aerospace Technologies. Naskah kerja sama itu ditandatangani Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro dan Executive Chairman Avitra Aerospace Technologies Patrick Goh, disaksikan Menteri BUMN Rini Soemarno di Singapura, Rabu. Kedua perusahaan itu akan bekerja sama dalam pemasaran, pengadaan, dan produksi pesawat N219 Nurtanio berbasis wilayah yang akan ditentukan kemudian di antara keduanya. Kerja sama keduanya berlaku dua tahun.

Hari ini, Kamis, 8 Februari 201 8, PT DI juga dijadwalkan menandatangani framework agreement dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara yang berencana membeli pesawat N219 Nurtanio. Rencananya, Pemprov Kalimantan Utara akan menyerahkan pengoperasian dan perawatan pesawat perintis itu kepada PT Pelita Air Service.

Sebelumnya, Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi Zailani mengatakan tengah melakukan pembahasan serius dengan sejumlah pemda yang tertarik membeli pesawat perintis N219 Nurtanio. “Pemda yang punya PAD (pendapatan asli daerah) tinggi, itu mampu. Apalagi ada BUMD yang punya AOC (Air Operator Certificate), itu mereka mampu (membeli),” katanya, di Bandung, Selasa, 6 Januari 2018.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie menyatakan minatnya membeli pesawat perintis N219 Nurtanio buatan bersama PT Dirgantara Indonesia dan Lapan dalam kunjungannya ke pabrik pesawat itu di Bandung, Jumat, 12 Januari 2018. “Niatnya adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di perb atasan dan pedalaman, lalu untuk pelayanan kesehatan,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 12 Januari lalu.

Irianto mengatakan Pemprov Kalimantan Utara berniat membeli maksimal tiga unit pesawat N219 Nurtanio. Pesawat itu rencananya dijadikan pesawat semi-komersial yang akan dikelola BUMD milik provinsi itu bekerja sama dengan maskapai Indonesia.

Menurut Irianto, pesawat perintis itu diharapkan bisa menjadi sarana menyiasati kondisi geografis wilayahnya yang medannya sulit ditembus. Wilayah Kalimantan Utara, yang disahkan menjadi daerah otonom baru pada 22 April 2013, memiliki 70 persen wilayah berupa kawasan hutan.

Terkait
  • Tiga Pemerintah Daerah Pesan 53 Unit Pesawat N219

    Tiga Pemerintah Daerah Pesan 53 Unit Pesawat N219

    10 jam lalu
  • Pemerintah Aceh Membeli 50 Pesawat N219 Nurtanio

    Pemerintah Aceh Membeli 50 Pesawat N219 Nurtanio

    10 jam lalu
  • Pelita Air Borong 20 Unit Pesawat N219 Nurtanio

    Pelita Air Borong 20 Unit Pesawat N219 Nurtanio

    1 hari lalu
  • PT Dirgantara Indonesia Kebut Purwarupa Kedua Pesawat N219

    PT Dirgantara Indonesia Kebut Purwarupa Kedua Pesawat N219

    5 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Luncurkan Buku 'Berpihak Kepada Rakyat', Fadli Zon Undang Susi

    Luncurkan Buku 'Berpihak Kepada Rakyat', Fadli Zon Undang Susi

    1 jam lalu
  • Pesan Jokowi ke Warga: Hati-hati Agunkan Sertifikat Tanah ke Bank

    Pesan Jokowi ke Warga: Hati-hati Agunkan Sertifikat Tanah ke Bank

    4 jam lalu
  • Kementerian Lingkungan Hidup Beberkan Penyebab Banjir di Jakarta

    Kementerian Lingkungan Hidup Beberkan Penyebab Banjir di Jakarta

    18 jam lalu
  • IMF: Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga 6,5 Persen

    IMF: Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh Hingga 6,5 Persen

    1 hari lalu
  • Foto
  • Tempo Jalin Kerja Sama dengan LAN

    Tempo Jalin Kerja Sama dengan LAN

    37 menit lalu
  • Potret Wanita Tangguh di Perkebunan Kopi Robusta Nikaragua

    Potret Wanita Tangguh di Perkebunan Kopi Robusta Nikaragua

    18 jam lalu
  • Harga Bahan Baku Naik, Industri Roti Tergencet

    Harga Bahan Baku Naik, Industri Roti Tergencet

    20 jam lalu
  • Intip Proses Pembuatan Sepa   tu Boots Aigle

    Intip Proses Pembuatan Sepatu Boots Aigle

    1 hari lalu
  • Video
  • Begini Sibuknya Pekerja Produksi Kue Keranjang Jelang Imlek

    Begini Sibuknya Pekerja Produksi Kue Keranjang Jelang Imlek

    2 hari lalu
  • Adhi Karya Genjot Lini Bisnis Properti

    Adhi Karya Genjot Lini Bisnis Properti

    4 hari lalu
  • Siak Panen Raya di Tengah Kebijakan Impor Beras

    Siak Panen Raya di Tengah Kebijakan Impor Beras

    8 hari lalu
  • Melongok Pembuatan Lilin Imlek di Vihara Darma Ramsi

    Melongok Pembuatan Lilin Imlek di Vihara Darma Ramsi

    9 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Disindir Fadli Zon, Susi Pudjiastuti: Ukuran Kebehasilan Anda Apa

  • 2

    Tiga Pemerintah Daerah Pesan 53 Unit Pesawat N219

  • 3

    Pemerintah Aceh Membeli 50 Pesawat N219 Nurtanio

  • 4

    Jokowi Akan Resmikan Ground Breaking Tol Padang-Pekanbaru

  • 5

    Singapore Airshow 2018, Puluhan Pesawat N219 Laku Dipesan

  • Fokus
  • Sorotan PBB: dari Ektremisime di Politik sampai Pemindanaan LGBT

    Sorotan PBB: dari Ektremisime di Politik sampai Pemindanaan LGBT

  • Reformasi TNI di Masa Presiden Jokowi Dinilai Berjalan Mundur

    Reformasi TNI di Masa Presiden Jokowi Dinilai Berjalan Mundur

  • TNI Kembali Akt   if di Urusan Sipil, Dwifungsi ala Orde Baru?

    TNI Kembali Aktif di Urusan Sipil, Dwifungsi ala Orde Baru?

  • Intimidasi terhadap Jurnalis BBC yang Meliput di Papua, Dikecam

    Intimidasi terhadap Jurnalis BBC yang Meliput di Papua, Dikecam

  • Terkini
  • Garuda Indonesia Pertahankan Predikat Maskapai Bintang Lima

    Garuda Indonesia Pertahankan Predikat Maskapai Bintang Lima

    2 jam lalu
  • Sambut Imlek, Hotel di Malang Tawarkan Paket Makan Malam Spesial

    Sambut Imlek, Hotel di Malang Tawarkan Paket Makan Malam Spesial

    2 jam lalu
  • Luncurkan Buku 'Berpihak Kepada Rakyat', Fadli Zon Undang Susi

    Luncurkan Buku 'Berpihak Kepada Rakyat', Fadli Zon Undang Susi

    2 jam lalu
  • 2018, Pemerintah Targetkan 20 IKM Jadi Startup

    2018, Pemerintah Targetkan 20 IKM Jadi Startup

    2 jam lalu
  • Benahi 40 Terminal Bus, Kemenhub Akan Terapkan Konsep TOD

    Benahi 40 Terminal Bus, Kemenhub Akan Terapkan Konsep TOD

    2 jam lalu
  • Jasa Marga Tindak 4 Truk Muatan Lebih di Tol Lingkar Luar Jakarta

    Jasa Marga Tindak 4 Truk Muatan Lebih di Tol Lingkar Luar Jakarta

    2 jam lalu
  • Imlek 2018, Perajin Lampion di Bali Kebanjiran Pesanan

    Imlek 2018, Perajin Lampion di Bali Kebanjiran Pesanan

    2 jam lalu
  • Ketika Sri Mulyani Jadi Incaran Selfie oleh Puluhan Wartawan

    Ketika Sri Mulyani Jadi Incaran Selfie oleh Puluhan Wartawan

    2 jam lalu
  • Sri Mulyani: Pertumbuhan PPN Seharusnya Merefleksikan Daya Beli

    Sri Mulyani: Pertumbuhan PPN Seharusnya Merefleksikan Daya Beli

    3 jam lalu
  • Indonesia Lakukan Ekspor Perdana Daging Sapi Wagyu

    Indonesia Lakukan Ekspor Perdana Daging Sapi Wagyu

    3 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Survei SMRC akhir 2017, LGBT Dibenci tapi Wa jib Dilindungi Negara

    Survei SMRC akhir 2017 menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia memandang negatif LGBT, namun menganggap kelompok itu tetap wajib dilindungi negara.

    Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »