Kirim Berita Kaltara: Klik Disini | Konfirmasi Berita Kaltara: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Anggota DEN Rinaldy Deadline Pemprov Kaltara Selesaikan RUED ...

Posted by On 17.29

Anggota DEN Rinaldy Deadline Pemprov Kaltara Selesaikan RUED ...

Anggota DEN Rinaldy Deadline Pemprov Kaltara Selesaikan RUED sampai Juni

Rinaldy menjelaskan, penyusunan RUED tidak akan menelan banyak biaya. Sebab setiap daerah pastinya memiliki data energinya

Anggota DEN Rinaldy Deadline Pemprov Kaltara Selesaikan RUED sampai JuniTRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFANRinaldy Dalimi, Anggota Dewan Energi Nasional.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR- Sejumlah provinsi di Tanah Air ditarget menuntaskan penyusunan Rencana Umum Energi Daerah (RUED) pada bulan Juni tahun ini. Kalimantan Utara ialah satu dari enam provinsi yang belum aktif menyusun RUED.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Rinaldy Dalimi kepada Tribun m enegaskan, Kalimantan Utara harus menuntaskan penyusunan RUED dengan tenggat waktu bulan Juni 2018. Dijelaskannya, RUED semua provinsi di Indonesia seharusnya bisa tuntas tahun 2017 yang lalu jika setiap provinsi serius menggarapnya.

"Ini amanat undang-undang. Seharusnya tahun lalu itu selesai. Setahun setelah RUEN (Rencana Umum Energi Nasional), RUED juga harus selesai," katanya saat ditemui di Kantor Gubernur Kalimantan Utara, Selasa (30/1/2018).

RUED merupakan rencana umum energi daerah yang akan dilaksanakan di daerah untuk mencapai target-target nasional. Salah satu target nasional ialah 23 persen bauran energi nasional berasal dari energi baru terbarukan (EBT) seperti panas bumi, angin, air, matahari, biofuel, dan lainnya.

Potensi-potensi yang bisa dikonversi menjadi energi listrik tersebut sudah banyak diterapkan di negara maju. Dan keunggulan utamanya ialah ramah lingkungan dan dapat diperbarui.

Rinaldy mengatakan, pada tahun 2050 Indone sia sudah harus menerapkan 100 persen. "Itu bukan waktu yang lama, sudah di depan mata. Jadi kalau tidak direncanakan sekarang kita akan ketinggalan," sebutnya.

RUED akan memuat berbagai hal seperti kondisi energi saat ini dan masa akan datang. Lalu penetapan visi misi, tujuan dan sasaran energi daerah berupa target yang ditetapkan dan yang akan dicapai. Dari RUED kemudian bisa diasumsikan beberapa hal penting seperti permasalahan sumber daya fosil yang semakin berkurang, pemanfaatan energi baru terbarukan, pelaksanaan konservasi energi, pembangunan infrastruktur, subsidi bahan bakar minyak dan listrik, termasuk langkah penanganan kondisi darurat dan kritis energi.

Rinaldy menjelaskan, penyusunan RUED tidak akan menelan banyak biaya. Sebab setiap daerah pastinya sudah memiliki data energinya masing-masing.

Tinggal dikolaborasikan dengan dokumen yang sudah disusun oleh berbagai lembaga seperti PLN, Pertamina, PGN, dan BUMN.."Kalau Kalimantan Utara tidak menyelesaikan RUED sampai bulan Juni itu, tidak masalah, tidak ada punishment. Akan tetapi tentu akan malu. Ada konsekuensi moril di situ," katanya.

Ia menjelaskan, Kalimantan Utara merupakan provinsi kaya potensi energi baik batu bara, gas, minyak bumi, termasuk potensi energi baru terbarukannya.

Kalimantan Utara lanjutnya, bisa menjadi lumbung energi nasional dengan banyaknya aliran sungai besar yang dapat dikonversi menjadi energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

"Salah satunya PLTA 9.000 MW. Itu sangat besar. Provinsi ini bisa produksi listrik melebihi kebutuhannya," katanya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Aksi tak Lazim Pembantu di Medan saat Terpergok Mencuri di Kamar Majikan Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »