www.AlvinAdam.com

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Sumatera Hujan di Pergantian Tahun

Posted by On 12.37

Sumatera Hujan di Pergantian Tahun

Prof Dwikorita Karnawati

JAKARTA â€" Momen pergantian tahun pada akhir pekan nanti diprediksi aman dari potensi anomali cuaca. Khususnya, bagi mereka yang tinggal di Pulau Jawa. Sementara, di kawasan Timur Indonesia terutama NTB dan NTT, warga diminta waspada potensi badai siklon tropis. Namun, badai tersebut tidak akan mengarah ke Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, saat ini bibit siklon tropis mulai tumbuh di perairan tenggara Indonesia. ’’Tapi, siklon tropis ini pergerakannya mengarah ke selatan,’’ terang prakirawan BMKG Tomi Ilham Reza saat dikonfirmasi kemarin (26/12).

Dengan kondisi tersebut, maka yan g akan terkena dampak utama adalah kawasan Australia bagian utara. Sementara, untuk Indonesia, dampaknya tidak terlalu signifikan. Tidak seperti badai Dahlia dan Cempaka yang melanda kawasan selatan Jawa dan barat daya Sumatera akhir November lalu. ’’Kemungkinan di NTT akan hujan deras,’’ lanjutnya.

Sementara, di kawasan utara Indonesia, Siklon tropis Tembin yang menjelma menjadi topan dipastikan sudah reda. Namun, dampaknya masih akan terasa di kawasan Sumatera bagian tengah dan utara, serta Kalimantan bagian barat. Di kawasan-kawasan tersebut masih ada potensi hujan deras.

Dampak lainnya, gelombang di kawasan perairan natuna dan laut Jawa masih akan tinggi, berkisar 2 sampai 3 meter. ’’Ini perlu diwaspadai terutama untuk jalur-jalur pelayaran,’’ pesan Tomi. Di luar itu, cuaca diprediksi tidak akan ekstrem seperti satu bulan belakangan.

Sebagai gambaran, pada akhir tahun nanti hujan diprediksi terjadi di Sumatera, Kalimantan, serta Jawa bagian t engah dan selatan. ’’Tapi, pada malam pergantian tahun, diprediksi berawan untuk yang Jawa,’’ tutur Tomi. Sementara, untuk kawasan Sumatera dan Kalimantan, malam pergantian tahun diprediksi akan diwarnai hujan.

Untuk selanjutnya, tambah Tomi, selama tiga bulan ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia akan hujan. ’’Puncak musim hujan di luar Jawa terjadi Januari, sementara untuk Jawa Februari,’’ terangnya.

Pada Januari, Sumatera bagian barat diprediksi mendapat curah hujan di atas 300 mm (lihat grafis). Sebaliknya, di Sumatera sisi Timur, curah hujan ada di bawah 300 mm. Pada Februari, curah hujannya semakin menurun, bahkan di sebagian wilayah diprediksi sudah di bawah 150 mm.

Begitu pula dengan Kalimantan dan Sulawesi. Curah hujan akan cukup tinggi selama Januari. Di Sulawesi, sebagian besar wilayah bakal dilanda hujan di atas 300 mm atau biasa disebut curah hujan tinggi. Di Kalimantan, hujan ada di kisaran 200 sampai 400 mm. Hujan ekstrem di a tas 500 mm hanya akan terjadi di kawasan pegunungan Papua.

Di Pulau Jawa, sebagian besar wilayah akan dilanda hujan antara 300 sampai 400 mm pada Januari. Intensitasnya akan semakin tinggi memasuki Februari, di mana kawasan yang mengalami hujan lebat akan semakin luas. Khususnya di Surabaya, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Semarang, Salatiga, Purwokerto, Bandung, dan Tasikmalaya. Di daerah-daerah tersebut, kecuali Jawa Tengah, curah hujan tinggi akan berlangsung hingga Maret, meski intensitasnya mulai menurun.

Baca Juga : 14 Jam, Sumsel-Bengkulu Lumpuh

Disinggung mengenai tingkat kewaspadaan masyarakat, sebaiknya masyarakat tetap waspada sebagaimana umumnya bila menghadapi musim hujan. ’’Mengenai curah hujan, kami prediksikan tidak terlalu ekstrem,’’ tambah Tomi. Terutama, bila dibandingkan dengan dampak siklon Tropis yang melanda kawasan Selatan Jawa dan barat daya Sumatera.

Mengantisipasi cuaca buruk dan gangguan keamanan di wilayah perairan Indonesia, Ba dan Keamanan Laut (Bakamla) memastikan ekstra siaga. Kasubbag Humas Bakamla Mayor Marinir Mardiono menjelaskan bahwa instansinya sudah meningkatkan kewaspadaan. Bersama instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, mereka bekerja sama menjalankan tugas tersebut. ”Bakamla bersama stakeholder lain kerahkan kapal patroli di beberapa wilayah perairan Nusantara,” terang dia kepada Jawa Pos (induk koran ini).

Secara khusus, sambung Mardiono, Bakamla memberikan perhatian lebih kepada perairan di wilayah Natuna, Sulawesi, serta Halmahera Utara. Menurut dia, perhatian lebih diberikan agar instansinya dapat memberikan bantuan maksimal apabila terjadi kecelakaan akibat cuaca di wilayah tersebut. Tidak kurang 41 kapal patroli dilibatkan dalam operasi yang dilaksanakan sampai momen pergantian tahun selesai.
”Melalui operasi keamanan dan keselamatan laut, Bakamla mensinergikan berbagai instansi maritim,” imbuhnya. Lanjut dia, saat ini sudah ada kapal patroli yang disiagak an di wilayah Ambon, Batam, Bitung, Cirebon, Sangihe, dan Talaud.

Baca Juga : Amankan Natal, ini Janji Kapolres Lubuklinggau

Tidak hanya itu, Bakamla juga sudah menyiapkan beberapa rigid hull inflatable boats (RHIB) dan catamaran yang bisa dikerahkan kapan pun. ”Kami juga membuka call center untuk menerima laporan masyarakat terkait keamanan dan keselamatan di laut,” ujarnya. Dia memastikan call center tersebut siap menerima laporan 24 jam. (byu/syn/air/ce1)

Berita Lainnya!

Tunggu Form B1KWK Arus Lalu Lintas di Kabupaten ini Meningkat Pensiunan Polisi ini Meninggal Posisi Bersuju. .. Hari Ini, Ustadz Abdul Somad Isi Tausyiah di ... Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »