GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Biaya Sidang Tipikor Dinilai Mahal, Pasal Korupsi Diubah Jadi ...

Biaya Sidang Tipikor Dinilai Mahal, Pasal Korupsi Diubah Jadi ...

KOMPAS.com/SUKOCO Kasipidsus Kejaksaan negeri Nunukan Rusli. Mahalnya biayai persidangan tipikor di Samarinda memuat Kejaksaan Negeri Nunukan meminta penyidik kep…

Biaya Sidang Tipikor Dinilai Mahal, Pasal Korupsi Diubah Jadi ...

 Kasipidsus  Kejaksaan negeri Nunukan Rusli. Mahalnya biayai persidangan tipikor di Samarinda memuat Kejaksaan Negeri Nunukan meminta penyidik kepolisian merubah pasal dakwaan korupsi menjadi pasal pemerasan terhadap 2 terdakwa kasus OTT Pungli di pelabuhan Tunon Taka Nununukan dan Pelabuhan Sei Nyamuk.KOMPAS.com/SUKOCO Kasipidsus Kejaksaan negeri Nunukan Rusli. Mahalnya biayai persidangan tipikor di Samarinda memuat Kejaksaan Negeri Nunukan meminta penyidik kepolisian merubah pasal dakwaan korupsi menjadi pasal pemerasan terhadap 2 terdakwa kasus OTT Pungli di pelabuhan Tunon Taka Nununukan dan Pelabuhan Sei Nyamuk.

NUNUK AN, KOMPAS.com â€" Samsul Bahri alias Haji Bahar bin Haji Kana, pegawai honorer PT Pelayaran Indonesia (Pelni) cabang Nunukan, Kalimantan Utara, terdakwa kasus pemerasan yang tertangkap Tim Saber Pungli, dituntut 1 tahun 8 bulan penjara oleh jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) digelar di Pengadilan Negeri Nunukan Kamis siang.

Jaksa penuntut umum, Rusli Usman mengatakan, tuntutan 1 tahun 8 bulan penajra terhadap terdakwa dinilai sudah berat, mengingat terdakwa hanya berstatus honorer di PT Pelni.

"Yang bersangkutan juga bersikap sopan juga kooperatif selama proses hukum berlangsung,” ujarnya, Kamis (14/12/2017).

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Nunukan meminta penyidik kepolisian mengubah pasal dakwaan korupsi menjadi pemerasan untuk terdakwa kasus OTT Pungli di Pelabuhan Tunon Taka Nununukan.

Kasi Pidus Kejaksaan Negeri Nunukan, Rusli Usman mengatakan, penegakan huk um terhadap pegawai negeri sipil (PNS) pelaku pungli bertujuan untuk membuat jera pelaku. Pegawai negeri sipil yang tertangkap pungli, menurut Rusli, juga tidak serta merta bisa disidang dalam kasus tindak pidana pungli, tetapi harus dilihat dulu besaran kerugian negara yang ditimbulkan.

Baca juga : Pasca-Operasi Tangkap Tangan, Kasat Reskrim Polres Manggarai Dimutasi

Menurutnya, penerapan pasal korupsi dalam kasus tersebut justru merugikan negara. Selain itu, perubahan pasal dari pungli menjadi pemerasan berdasarkan pertimbangan biaya persidangan kasus tipikor yang harus dilaksanakan di Samarinda. Biayanya dinilai sangat mahal.

“Kalau saya berangkatkan ke Samarinda, berapa ratus juta habis bolak-baliknya? Satu perkara itu minimal 60 jutaan sampai putus,” katanya.

Hingga saat ini, pengembangan kasus pungli di Pelabuhan Tunontaka Nunukan masih mandek. Polisi belum menetapkan tersangka lainnya meski pernah menya takan akan kembali menetapkan dua tersangka baru terkait kasus pungli di Pelabuhan Tunontaka Nunukan.

Satgas Sapu Bersih (Saber) Pungli kabupaten Nunukan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Samsul Bahri alias Haji Bahar bin Haji Kana (65), warga Jalan Antasari, Nunukan Timur, Minggu (12/3/2017) sekitar pukul 07.10 Wita di terminal barang pelabuhan Tunon Taka.

Baca juga : Meski Dibutuhkan, Satgas Saber Pungli Diturunkan Anggarannya

Saat ditangkap, tersangka diduga menerima uang pungli dari para penumpang kapal dengan nominal beragam. Biaya yang harus dibayar untuk kelebihan bagasi berkisar antara Rp 300.000 sampai Rp 1 juta. Sedangkan untuk biaya barang di palka sebesar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta tanpa disertai kuitansi atau tanda bukti pembayaran.

Kompas TV Ombudsman menuding ada pembiaran dan permainan antara oknum Satpol PP dan pedagang.

Berita Terkait

Ditemukan Pungli Penerbitan SKCK, Polri Ancam Pidanakan Anggotanya

Akan Temui Ombudsman, DKI Minta Video Bukti Pungli Satpol PP Dibuka

Sandiaga Selidiki Oknum Satpol PP yang Terlibat Pungli ke PKL

MaPPI Ungkap Maraknya Pungli di Lima Pengadilan Negeri di Indonesia

Marak Pungli, MA Didesak Turun Tangan Benahi Pengadilan di Bawahnya

Terkini Lainnya

Terungkapnya Pemeran Video Porno yang Viral di Media Sosial

Terungkapnya Pemeran Video Porno yang Viral di Media Sosial

Megapolitan 15/12/2017, 06:58 WIB Penolakan DWP dan Janji Pengawasan Ketat Anies-Sandiaga

Penolakan DWP dan Janji Pengawasan Ketat Anies-Sandiaga

Megapolitan 15/12/2017, 06:52 WIB Mobil Mazda 6 Tiba-tiba Terbakar saat Akan Naik ke Gedung Parkir

Mobil Mazda 6 Tiba-tiba Terbakar saat Akan Naik ke G edung Parkir

Regional 15/12/2017, 06:52 WIB Penyebab Partai Berkarya dan Partai Garuda Tak Lanjut ke Tahap Verifikasi Faktual

Penyebab Partai Berkarya dan Partai Garuda Tak Lanjut ke Tahap Verifikasi Faktual

Nasional 15/12/2017, 06:48 WIB Bocah Saudi Tewas Terkena Pecahan Misil Houthi

Bocah Saudi Tewas Terkena Pecahan Misil Houthi

Internasional 15/12/2017, 06:42 WIB Bertemu Menteri PUPR, Fadli Zon Sempat Bahas Pembangunan Gedung DPR

Bertemu Menteri PUPR, Fadli Zon Sempat Bahas Pembangunan Gedung DPR

Na sional 15/12/2017, 06:36 WIB Menanti Jawaban Saefullah Diminta Jadi Ketua Perayaan Natal di Monas

Menanti Jawaban Saefullah Diminta Jadi Ketua Perayaan Natal di Monas

Megapolitan 15/12/2017, 06:36 WIB Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini

Jabodetabek Berpotensi Diguyur Hujan Sepanjang Hari Ini

Megapolitan 15/12/2017, 06:34 WIB Anies yang Datangi Lokasi Genangan Satu per Satu...

Anies yang Datangi Lokasi Genangan Satu per Satu...

Megapolitan 15/12/2017, 06:28 WIB 80 Persen Warga Jepang Terancam Gagal Menyelamatkan Diri saat Terjadi Serangan Misil

80 Persen Warga Jepang Terancam Gagal Menyelamatkan Diri saat Terjadi Serangan Misil

Internasional 15/12/2017, 06:09 WIB Biaya Sidang Tipikor Dinilai Mahal, Pasal Korupsi Diubah Jadi Pemerasan

Biaya Sidang Tipikor Dinilai Mahal, Pasal Korupsi Diubah Jadi Pemerasan

Regional 15/12/2017, 06:06 WIB Akhir Perjalanan Praveen/Debby

Akhir Perjalanan Praveen/Debby

Olahraga 15/12/2017, 05:55 WIB  Kevin/Marcus Tak Ingin Ulangi Kesalahan

Kevin/Marcus Tak Ingin Ulangi Kesalahan

Olahraga 15/12/2017, 05:47 WIB Suami Selipkan Sabu di Bra Istri Asal Malaysia

Suami Selipkan Sabu di Bra Istri Asal Malaysia

Regional 15/12/2017, 05:28 WIB Hati-hati, Banyak Copet Saat Car Free Day

Hati-hati, Banyak Copet Saat Car Free Day

Megapolitan 15/12/2017, 05:21 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Tidak ada komentar