Kirim Berita Kaltara: Klik Disini | Konfirmasi Berita Kaltara: Klik Disini

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tagih Kesepakatan Sosek Malindo 2010

Posted by On 05.24

Tagih Kesepakatan Sosek Malindo 2010

  • PROKAL.co
    • PROKAL NEWS
    • PRO KALTIM
      • KALTIM POST
      • BALIKPAPAN POS
      • SAMARINDA POS
      • BONTANG POST
      • BERAU POST
    • PRO KALTARA
      • RADAR TARAKAN
      • BULUNGAN POST
      • KALTARA POS
    • PRO KALSEL
      • RADAR BANJARMASIN
    • PRO KALTENG
      • KALTENG POS
      • RADAR SAMPIT
    • PRO KALBAR
  • BalikpapanTV
  • SamarindaTV
  • KPFMBalikpapan
  • KPFMSamarinda
  • Indeks Berita
MANAGED BY: KAMIS
30 NOVEMBER RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV

RADAR KALTARA

Kamis, 30 November 2017 15:10 Tagih Kesepakatan Sosek Malindo 2010

Pertemuan BIMPEAGA Diharapkan Menguntungkan Ekonomi Kaltara

UNTUK KEMAJUAN: Yusdiman Saman (baris kedua, tengah) dan Gary Krishnan (memegang travel bag) bersama Johan J. Mulyadi (depan) di Bandara Juwata kemarin (29/11). YUS TINA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kalimantan Utara khususnya Tarakan akan menjadi tuan rumah perhelatan even internasional dalam pertemuan tingkat menteri dari empat negara, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipina (BIMP) -East ASEAN Growth Area (EAGA) yang ke-21 dan senior official meeting yang ke-26.

Even ini digelar di Kota Tarakan mulai hari ini hingga 3 Desember mendatang. “Yang sudah datang yakni VIP senior Official yakni Yusdiman Saman dan dan Gary Krishnan. Lalu akan menyusul lagi menteri dan gubernur dari empat negara itu,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Utara, RDM. Johan J. Mulyadi.

Pertemuan ini dilakukan untuk membicarakan proses percepatan pembangunan di kawasan-kawasan yang berbatasan langsung dari empat negara tersebut. Dipilihnya Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi tempat pertemuan kali ini dikarenakan menjadi wilayah yang paling lengkap karena berbatasan langsung dengan tiga negara.

Keuntungan besar tentu akan didapatkan oleh Kaltara, karena bisa mencoba menggiring pertemuan lebih kepada kepentingan-kepentingan ekonomi Kaltara. Seperti border trade atau perdagangan lintas batas antara Malaysia dan Indonesia, dimana Indonesia menganggap border trade sebagai ekspor dan impor, sedangkan Malaysia tidak. Karena Malaysia mengenakan berbagai macam pengetatan, seperti tidak diperbolehkannya kapal kayu dari Kaltara menyeberang ke Tawau. Sama juga dengan barang-barang kebutuhan pokok yang dibatasi pembeliannya.

Juga seperti produksi perikanan yang cukup besar di Kaltara, yang selama ini terhalang dengan border trade Tawau, sehingga kurang berkembang men jadi direct export atau ekspor langsung ke negara-negara pemakai. “Berapa keuntungan yang bisa didapatkan jika mengedepankan ekspor daripada border trade. Selama ini hasil kita dijual ke Tawau, dan tidak langsung ekspor ke negara pemakai. Jadi siapa yang untung? Bukan kita,” ujarnya. Selama ini pula, akses untuk ke Malaysia baru melewati laut sedangkan Malaysia terus saja protes dan tidak berbuat sesuatu. Sementara Indonesia, sejak kesepakatan sosek Malindo tahun 2010, sudah dibangun jalan tembus dari Malinau ke Seimanggaris. Malaysia sendiri diklaim tidak mengikuti kesepakatan. Sejak 2011 tidak dibangun 59 kilometer jalan tembus dari Seimanggaris ke Kalabakan, Tawau.

“Inilah yang akan didorong, dengan adanya akses darat maka bisa mendapatkan alternatif transportasi ekspor-impor yang jauh lebih murah dari akses laut,” ungkapnya. Selain itu juga, dari akses laut banyak penyelendupan-penyelundupan seperti pemasokan daging, gula, beras, dan lainnya, yan g merupakan kebutuhan pokok. Diharapkan dengan terbukanya akses darat dari Kalabakan ke Seimanggaris, akan jauh lebih banyak penyelundupan yang dihentikan. Dan dapat menjadi perdagangan yang resmi sehingga dapat menguntungkan kedua pihak.

Begitu juga dengan cadangan gas besar yang ada di Seimenggaris, karena Malaysia sangat memerlukan. Terlebih Malaysia tidak diperbolehkan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), sehingga memerlukan gas. Karena itu diharapkan nantinya dengan adanya kesepakatan yang didapatkan, dapat menambah kesejahteraan bagi masyarakat yang berada di perbatasan ini. "Banyak juga potensi yang bisa ditawarkan kepada beberapa negara yang akan datang nanti untuk dapat berinvestasi di Kaltara. Sehingga keuntungan bisa didapati untuk empat negara, khususnya di wilayah perbatasan,” jelas Johan. (*/yus/ash)

BERITA TERKAIT
  • Ekonomi Pengusaha Kecil Mulai Bergairah
  • Gantung Sarung Karena Kebutuhan Ekonomi
  • Kenaikan UMK Dianggap Wajar
  • Harga Tiket Ekonomi Masih Normal
  • Peka dengan Keuangan Pemkot
  • Jalan di Tempat, Tidak Ada Investor Baru
  • Makanan Olahan Harusnya Miliki Izin Sehat
  • Kembangkan Perekonomian dan Gandeng Pebisnis UMKM
  • Meningkatkan Ekonomi Lewat Kerajinan
  • Harga di Pasar Kini Terbalik

BACA JUGA

Kamis, 30 November 2017 15:12

JPO Dilengkapi Solar Cell

TARAKAN â€" Proyek pengerjaan jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jalan Yos Sudarso, tepatnya depan… Kamis, 30 November 2017 15:08

Korban Meninggal Turun Drastis

TARAKAN â€" Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, jumlah kasus demam berdarah dengue… Kamis, 30 November 2017 15:06

Area Sport Center Juga Ditarik Retribusi

TARAKAN â€" Area sport center di Kampung Empat akan mulai diresmikan pada pertengahan Desember mendatang.… Kamis, 30 November 2017 15:03

Kontraktor PL Geram Gaji Belum Dibayar

TARAKAN â€" Para kontraktor penunjukan langsung (PL) merasa kecewa lantaran gaji dari pengerjaan… Kamis, 30 November 2017 15:00

BPKAD Tinggal Menunggu Instruksi

TARAKAN - Dalam waktu dekat, Wali Kota Tarakan bersama Badan Pengeloaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)… Kamis, 30 November 2017 14:59

Akibat Sedimentasi, Drainase Tersisa 50 Cm

TARAKAN â€" Kerap kali terjadi banjir hingga memasuki rumah warga, khususnya di RT 11, Kelurahan… Kamis, 30 November 2017 14:57

Sok Jadi Pahlawan, TG Ngamuk di Losmen

TARAKAN â€" Kasus perusakan fasilitas salah satu losmen di Jalan Yos Sudarso pada Sabtu (24/11)… Kamis, 30 November 2017 12:40

Beeuhhh....Truk Pengangkut Miras Nyungsep

TARAKAN -Laka tunggal melibatkan truk dengan nopol KT 8802 terjadi pada Kamis (30/11) sekira pukul… Rabu, 29 November 2017 12:34

Irianto â€" Udin Kembali Bersatu

TARAKAN â€" “Semuanya sudah selesai. Biarlah ini menjadi catatan masa lalu.” Kalimat… Rabu, 29 November 2017 12:32

Perdamaian Irau Disyukuri Wakil Rakyat

TANJUNG SELOR â€" Perdamaian antara Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, H.Irianto Lambrie dan H.Udin… Tim Gabungan Gelar Razia, Menyasar Wajib Pajak Kades Jadi Kekuatan Pembangunan Malinau Pemkab Dukung Pendidikan Mahasiswa KTT Tahun Depan Satu Skuadron Udara Standby di Tarakan UMK 2018 Terlambat Diumumkan Rehabilitasi 15 Wanita Tuna Susila Hanya Empat Parpol yang Mendaftar Misi Operasi Senyap Melalui Tempur Jelajah Bakal Diramaikan Delapan Pemain Nasional Laporan DPU-PR Belum Ditindaklanjuti Polisi
    JPO Dilengkapi Solar Cell
  • Tagih Kesepakatan Sosek Malindo 2010
  • Korban Meninggal Turun Drastis
  • Area Sport Center Juga Ditarik Retribusi
  • Kontraktor PL Geram Gaji Belum Dibayar
  • BPKAD Tinggal Menunggu Instruksi
  • Akibat Sedimentasi, Drainase Tersisa 50 Cm
  • Sok Jadi Pahlawan, TG Ngamuk di Losmen
  • Tak Ganti Rugi, Proses Hukum Berlanjut
  • Pemprov Kaltara Pemegang Saham Terbesar Kelima
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN SELATAN
  • KALIMANTAN UTARA
  • KALIMANTAN BARAT
  • TENTANG KAMI
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Find Us
Copyright &copy 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »