Alwi Meninggal Setelah Terjun ke Laut di Sebatik Selamatkan ...

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Alwi Meninggal Setelah Terjun ke Laut di Sebatik Selamatkan ...

Berita 24 Indonesia
Senin, 20 November 2017
Alwi Meninggal Setelah Terjun ke Laut di Sebatik Selamatkan ...

Alwi Meninggal Setelah Terjun ke Laut di Sebatik Selamatkan Putranya yang Terjatuh

Sempat mendapatkan pertolongan, dokter jaga Puskesmas Sungai Nyamuk, dr Dahra menyatakan Alwi meninggal dunia

Alwi Meninggal Setelah Terjun ke Laut di Sebatik Selamatkan Putranya yang TerjatuhkOMPAS.COM/Kontributor Nunukan, SukocoSalah satu kapal nelayan di Sebatik yang melaut di perairan Ambalat Karang Unarang. Larangan kapal ikan dari Indonesia ke Tawau Malaysia membuat pengiriman ikan segar dari nelayan di wilayah peratasan Kalimantan Utara turun drastis hingga 70 persen dari 800 ton perbulan sejak 3 minggu terakhir.

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Alwi Bin Ahmad (52) meninggal dunia, setelah melakukan aksi heroik menyelamatkan putranya yang terjatuh di laut. Alwi terjun ke laut untuk menyelamatkan putranya Ahmad Bin Alwi (13) yang terjatuh saat memancing di Pelabuhan Sungai Pancang.

"Korban telah dibawa mobil jenazah ke rumah duka," kata Kapolsek Sungai Nyamuk, AKP Oman Purnama, Senin (20/11).

Oman menceritakan, Senin sekitar pukul 05.00, Alwi warga Peringkat 11, RT 7, Desa Bukit Harapan, Kecamatan Sebatik Tengah mengajak putranya memancing di Pelabuhan Sungai Pancang.

"Ketika sampai di lokasi pemancingan, sekitar pukul 09.00 keduanya bergabung bersama 8 pemancing lain yang tiba lebih dulu," ujarnya.

Saat itu Ahmad duduk di atas tempat pengikat kapal sambil memancing. Dia lalu pindah tempat dan berjongkok di ujung trestel, pojok dermaga. Sambil menggulung tali pancingnya, tiba-tiba kaki kanan Ahmad terpeleset. Dia hilang keseimbangan lalu terjatuh ke laut.

Melihat an aknya terjatuh, Alwi spontan melompat ke laut untuk menolong anaknya. Padahal saat itu arus air sedang kencang. "Karena arus air cukup kencang, kedua korban terseret air laut ke arah barat sejauh sekitar 100 meter," ujarnya.

Saat itu, pemancing lainnya berupaya membantu memberikan pertolongan dengan cara melemparkan tali. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Beruntung tidak jauh dari kedua korban ada Kapal Motor Subur. Nakhoda kapal, Abu Risal beserta tiga anak buah kapal lalu mendekati korban dengan memberikan pertolongan. "Kedua korban berhasil dievakuasi dan dinaikkan ke kapal KM Subur," ujarnya.

Saat diselamatkan, kondisi fisik Alwi begitu lemah. Buih keluar dari mulut dan hidungnya. "Sedangkan Ahmad dalam kondisi menggigil, mengeluh sakit dada dengan ekspresi seperti ketakutan," katanya.

Kedua korban lalu dibawa ke Puskesmas Sungai Nyamuk untuk mendapatkan perawatan. "Sempat mendapatkan pertolongan, dokter jaga P uskesmas Sungai Nyamuk, dr Dahra menyatakan Alwi meninggal dunia. Sedangkan putranya Ahmad dalam kondisi membaik," ujarnya. (*)

Penulis: Niko Ruru Editor: Mathias Masan Ola Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Guru Perempuan Paksa Muridnya Berhubungan Badan! Ancamannya Bikin Mikir Dua Kali Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara