www.AlvinAdam.com

Berita 24 Kalimantan Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 07.00

Inalum Percepat Pembangunan PLTA dan Smelter

Liputan6.com, Jakarta - PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) mendapat instruksi dari pemerintah untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara. Pembangkit tersebut akan memasok fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter).

Direktur Utama PT Inalum, ‎Budi Gunadi Sadikin telah mendapat perintah dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, untuk mempercepat pembangunan PLTA berkapasitas 1.700 Mega Watt (MW) di Kalimantan Utara.

"Tadi saya diminta untuk mempercepat pembangunan PLTA di kaltara. Jadi kita dikasih 1.700 mw untuk bangun PLTA," kata Budi, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

  • Serap 70 Persen Pekerja Lokal, Meureubo Energi Bangun PLTA di Aceh Barat
  • Potensi Belum Tergarap, Pemerintah Diusul Bangun Industri Dekat PLTA
  • Jerman Pinj ami PLN Rp 1,3 Triliun untuk Bangun PLTA

Budi mengungkapkan, Luhut juga menginstruksikan untuk membangun smelter alumunium berkapasitas 500 ribu sampai 1 juta ton per tahun. Pasokan listrik dari PLTA akan memasok smelter‎ dan konsumen listrik di sekitarnya.

"Smelter inalum 500 ribu sampai 1 juta ton per tahun. Dari Pak Luhut suruh bilang cepat,"‎ ujar dia.

Budi mengatakan, percepatan pembangunan kedua infrastruktur tersebut tergantung perizinan dari pemerintah. Jika izin dapat segera diterbitkan, permbangunan diperkirakan bisa dimulai tahun depan.

"Pak luhut maunya secepat mungkinlah, tergantung izinnya dari pemerintah. Kalau bangunnya perlu lima tahun," tutur dia.

Luhut melanjutkan, saat ini Inalum mencari mitra untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Meski akan ada pembagian porsi dengan mitra Inalum akan tetap memimpin proyek.

‎"Dia cari partner kira-kira investasi beberapa miliar dolar Am erika Serikat tapi lead-nya nanti oleh Inalum. Jadi jangan bilang China melulu, China melulu," kata dia.

1 dari 2 halaman

Jadi Jantung Inalum, PLTA Siguragura Bakal Lebih Efisien

Aluminimum produksi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)
Aluminimum produksi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) di Kuala Tanjung Sumatera Utara. (Ilyas/Liputan6.com)

Sebelumnya, PT Indonesia Asahan Alumunium atau Inalum (Persero) kini menjadi induk usaha (holding) BUMN tambang. Berbagai upaya terus dilakukan untuk membuktikan bahwa perusahaan ini mampu untuk menjadi perusahaan kelas dunia.

Salah satu yang akan dilakukan adalah memaksimalkan sumber energi yang dimiliki perusahaan, yaitu PLTA Siguragura yang berlokasi tidak jauh dari Danau Toba. PLTA ini kini menjadi jantung Inalum untuk memproduksi aluminium.

Direktur Inalum Carry F Mumbunan mengungkapkan, perusahaan akan melakukan penggantian 1 turbin bawah tanah dari total 4 turbin yang ada. Penggantian ini demi membuat produksi bisa lebih maksimal dan efisien.

"Jadi akan diganti dengan turbin yang terbaru, jadi nanti lebih efisien, karena bisa menggunakan air yang lebih sedikit tetapi tidak menurunkan daya yang dihasilkan," kata Carry di Siguragura, Kamis 7 Desember 2017.

Saat ini PLTA Siguragura ini memiliki 4 turbin dimana masing-masing mampu menghasilkan daya listrik mencapai 71,5 Mega Watt (MW). Dengan demikian, PLTA ini memiliki kapasitas pembangkit sebesar 286 MW.

Dari 4 turbin yang ada di PLTA Siguragura, ketiga turbin telah diganti dengan yang terbaru. Sehingga dengan penggantian yang ke empat ini, maka seluruh turbin yang dimilikinya menerapkan teknologi terbaru.

Sementara itu, Deputi GM Power Operator & Civil Inalum Antoni O. Galingging menambahkan PLTA Siguragura ini sejak diresmikan Presiden Soeharto pada 1983, mengadopsi mesin turbin dari Thosiba, Jepang.

"Jadi overhaul ini akan segera kita lakukan, peralatannya sudah kita datangkan sebagian, dan nanti harapannya selesai pada 2018," tambah dia.

PLTA Siguragura ini menjadi jantung dari Inalum mengingat separuh sumber daya listrik untuk produksinya berasal dari PLTA ini. Sisanya dipasok dari PLTA Tangga yang memiliki kapasitas 316 MW. ke dua PLTA ini sumber dayanya dari air Danau Toba. PLTA ini memiliki jarak 120 km hingga ke smelter Inalum yang ada di Kuala Tanjung.

"Makanya kita selalu jaga itu permukaan air Danau Toba. Kalau PLTA ini mati 4 jam saja, produksi kita di Kuala Tanjung bubar semua, semua akan beku. Makanya kita selalu patroli setiap hari," ujar dia.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Bermodal autodidak, seorang petani dari Desa Andungbiru, Probolinggo, menciptakan pembangkit listrik sendiri. Pemba ngkit listrik bertenaga microhydro buatannya kini memberi aliran listrik untuk desanya yang belum tersentuh listrik sampai tahun 1993.

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

thumbnail

Posted by On 04.55

Kesultanan Bulungan, Tragedi Mempertahankan Kekuasaan di ...

Kesultanan Bulungan adalah salah satu kerajaan Islam di Nusantara yang berkuasa di wilayah Kalimantan Utara, meliputi daerah yang kini masuk wilayah administratif Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, Kota Tarakan, hingga Sabah.Kerajaan Bulungan diperkirakan muncul pada pertengahan abad ke-16 M. Bermula dari adanya legenda masyarakat Dayak Kayan, yang menyebutkan adanya seorang penguasa dari Brunei Darussalam, bernama Datuk Mencang, yang tersesat di wilayah Bulungan, tempat tinggal orang-orang Dayak Kayan. Datuk Mencang kemudian menikah dengan seorang perempuan Dayak Kayan bernama Asung Luwan. Ia kemudian mendirikan sebuah pemerintahan di daerah Bulungan. Datuk Mencang menjadi penguasa pertama di sana sejak tahun 1555 sampai 1594.Tidak diketahui dengan pasti apakah Datuk Mencang telah memeluk agama Islam atau belum. Namun yang pasti, beberapa penguasa Bulu ngan setelahnya memakai nama yang cenderung bernuansa Hindu. Baru pada abad ke-18, para penguasa Bulungan menggunakan gelar sultan, yang menandakan Bulungan telah berubah menjadi kerajaan bercorak Islam.Raja pertama yang memeluk Islam adalah Wira Amir, yang memerintah sejak 1731, tetapi baru masuk Islam pada 1777 dan mengganti namanya menjadi Aji Muhammad. Sejak saat itulah Bulungan berubah menjadi kesultanan dan Aji Muhammad mendapat gelar Sultan Amiril Mukminin. Ia memerintah Kesultanan Bulungan hingga tahun 1817, pada usia mencapai 86 tahun.Kesultanan Bulungan tidak memiliki kekuatan militer yang kuat, sehingga beberapa kali dikuasai oleh kerajaan lain, seperti oleh Kesultanan Berau di Kalimantan Timur, Kesultanan Sulu di Filipina, hingga Belanda ketika datang ke Kalimantan. Pada 1850, Belanda melakukan perjanjian dengan kesultanan Bulungan, yang ketika itu berada di bawah kekuasaan kesultanan Sulu. Perjanjian itu ditandatangani oleh Sultan Muhammad Alimuddin Amirul Muminin Kahha ruddin, yang merupakan penerus Sultan Amiril Mukminin. Kesultanan Sulu tidak dapat berbuat apapun sebagai penguasa Bulungan karena Filipina sedang bertikai dengan Spanyol.Pada 1853, Belanda berhasil menguasai beberapa wilayah Kalimantan, termasuk Bulungan. Hal itu mendapat reaksi dari Spanyol yang merasa Bulungan masih berada di bawah kekuasaan Sulu. Akhirnya dilakukanlah kesepakatan antara Belanda dengan Spanyol pada 1878. Dalam kesepakatan itu, Belanda mendapat hak menguasai wilayah Kalimantan, sementara Spanyol diberi hak menguasai Filipina, keduanya tidak boleh mengusik satu sama lain.Setelah wilayah Bulungan masuk ke dalam NKRI, terjadi sebuah tragedi yang memakan korban jiwa dan kerugian materiil yang cukup besar. Peristiwa berdarah tersebut dikenal dengan nama Tragedi Bultiken. Peristiwa itu bermula dari rumor yang mengatakan wilayah Bulungan dibantu oleh masyarakat Tidung dan Kenyah berniat keluar dari wilayah NKRI dan memilih bergabung dengan Malaysia. Ditambah hubungan ant ara Indonesia dan Malaysia sedang tidak harmonis.Kabar tersebut ditindaklanjuti dengan keras oleh tentara Indonesia. Akhirnya atas perintah Pangdam IX Mulawarman, yang saat itu dijabat oleh Brigadir Jenderal Suhario, pasukan TNI di bawah komando Letnan B. Simatupang dikirim ke Bulungan. Terjadilah aksi pembantaian terhadap keluarga Kesultanan Bulungan, istana dibakar, harta-harta milik kesultanan dijarah. Setidaknya 87 orang menjadi korban, 37 di antaranya meninggal dunia, dan banyak yang tidak diketahui keberadaannya. Walaupun pernah mengalami peristiwa mengerikan itu, Kesultanan Bulungan tetap menjadi bagian NKRI, termasuk dalam wilayah administratif Provinsi Kalimantan Utara.Sumber : Gustama, Faisal Ardi. 2017. Buku Babon Kerajaan-Kerajaan di Nusantara. Yogyakarta : Brilliant Book

Kesultanan Bulungan

Kesultanan Bulungan ( Foto: Wikimedia Commons)

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

no image

Posted by On 19.41

PT Inalum Bakal Bangun Tambang Senilai US$6,8 M di Kaltara

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) berencana membangun tambang senilai US$6,8 miliar di sekitar Sungai Kayan, Kalimantan Utara. Pembangunan tambang kedua ini untuk menambah kapasitas produksi yang selama ini dilakukan di sungai Asahan, Danau Toba, Sumatera Utara.

Direktur Utama PT Inalum, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan, penentuan lokasi tersebut berkaitan dengan efisiensi biaya produksi. Seperti diketahui, Perusahaan bergantung pada energi PLTA yang mengandalkan kinerja debit air untuk memproduksi aluminium. Adapun biaya produksi saat ini mencapai $1,76 per KWh dengan margin sekitar 30%-40%.

"Jadi, hilirisasi ini memang mahal investasinya, namun margin kecil. Makanya, harga energi jadi faktor penting. Itulah kenapa misalnya Rio Tinto menjual semua tambangnya di Australia dan mau pindah ke Kanada karena cost energinya di sana murah, kunci industri hilir mineral. Kalau aluminium 'kan kita lihat saja berapa banyak debit air dan tinggi gunungnya, nah daerah yang cost-nya murah ya Papua dan Kalimantan. Di Kalimantan itu potensinya sekitar 10.000 MW," kata dia di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Direktur Pelaksana PT Indonesia Asahan Aluminium, Oggy Achmad Kosasih, menambahkan, rencananya perusahaan akan memproduksi 1 juta ton aluminium di sana, di mana pada tahap awal sebesar 500.000 ton. Energi PLTA yang dibutuhkan ditaksir mencapai 1.700 MW dengan investasi sekitar US$4 juta per MW.

"Kenapa kita beralih ke Kaltara? Karena yang di Danau Toba cuma mentok 1.000 MW. Memang kita sudah coba konversi dari 14.300 kwh per ton ke 12.700 kwh per ton agar bisa nambah produksi. Tapi, itu saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia sekitar 750.000 ton," ungkap dia.

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

thumbnail

Posted by On 00.41

Pertama di Indonesia, PDIP adakan tes online untuk Bacaleg Dapil ...

Merdeka > Politik Pertama di Indonesia, PDIP adakan tes online untuk Bacaleg Dapil DKI Jakarta Senin, 4 Juni 2018 12:08 Reporter : Merdeka PDIP Adakan Tes Online Untuk Bacaleg Dapil DKI Jakarta. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hari ini mengadakan tes tertulis dan psikotes secara online, untuk bakal calon legislatif Daerah Pemilihan DKI Jakarta, baik untuk DPR maupun DPRD. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di beberapa Provinsi secara bertahap hari ini.

BERITA TERKAIT
  • PDIP Sidoarjo ketuk setiap rumah untuk ajak pilih Gus Ipul-Puti
  • Semangati kader TMP, dua perempuan penakluk Everest berbagi inspirasi
  • Taruna Merah Putih Jabar berganti pengurus, kini dipimpin Brando Susanto

"Ada 5 Provinsi yang mengadakan untuk penyaringan calon anggota legislatif melalui tes tertulis dan psikotes secara online. Sehingga dari aspek efisiensi diperoleh tahapan kemajuan yang baik. Seharusnya 6 jam kalau dengan cara normal, kalau cara online ini hanya 3,5 jam," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (4/6).

Menurut Hasto, yang menarik cara online tersebut. Dia mengatakan, merupakan kali pertama dilakukan oleh partai di Indonesia.

"Secara kepartaian baru pertama kali di Indonesia. Karena psikotes hanya PDIP yang lakukan," ujar Hasto.

Dia menuturkan, dengan cara online ini menunjukkan partainya terus melakukan perbaikan, khususnya dalam manajemen partai.

"Ini juga menunjukkan bagaimana PDIP terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam manajemen partainya dengan memanfaatkan sistem informasi. Kemudian juga berbagai aplikasi-aplikasi terapan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari anggota Dewan itu sendiri," ungkap Hasto.

Adapun yang mengikuti hari ini totalnya 183 bacaleg. Di mana selain di DKI, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sumatera Utara, Papua Barat dan Sulawesi Barat, juga dilakukan proses yang sama.

"Jadi hari ini di Sumut itu 500, DKI 183, Kalimantan Barat 130, Kalimantan Tengah 119, Gorontalo 67, Sulawesi Barat 30, Papua Barat 200. Semua secara online. Bahkan gotong royong pun dilakukan secara online," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [gil]

Baca Juga:
Taruna Merah Putih Jabar berganti pengurus, kini dipimpin Brando SusantoSemangati kader TMP, dua perempuan penakluk Everest berbagi inspirasiPDIP Jabar jamin tak ada tindakan intimidatif di Radar BogorAksi di HI, forum pekerja media minta pemerintah usut penyerangan radar BogorPDIP: Bulan Bung Karno momen perkuat Gus Ipul-PutiPolemik BPIP, Prananda Prabowo tulis surat terbuka minta kader PDIP tenangWarga minta Maruarar Sirait rehabilitasi rumah tak layak huni di Desa Pasir Nanjung
Topik berita Terkait:
  1. PDIP
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Anak Puti Guntur Soekarno gelar SOTR di Surabaya

  • IGGI : Fatwa Fardhu 'Ain Memilih Khofifah adalah dagelan

  • Disambut teatrikal oleh warga Ngawi, Puti berikan program prioritas

Rekomendasi

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

thumbnail

Posted by On 00.41

Pertama di Indonesia, PDIP adakan tes online untuk Bacaleg Dapil ...

Merdeka > Politik Pertama di Indonesia, PDIP adakan tes online untuk Bacaleg Dapil DKI Jakarta Senin, 4 Juni 2018 12:08 Reporter : Merdeka PDIP Adakan Tes Online Untuk Bacaleg Dapil DKI Jakarta. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) hari ini mengadakan tes tertulis dan psikotes secara online, untuk bakal calon legislatif Daerah Pemilihan DKI Jakarta, baik untuk DPR maupun DPRD. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di beberapa Provinsi secara bertahap hari ini.

BERITA TERKAIT
  • PDIP Sidoarjo ketuk setiap rumah untuk ajak pilih Gus Ipul-Puti
  • Semangati kader TMP, dua perempuan penakluk Everest berbagi inspirasi
  • Taruna Merah Putih Jabar berganti pengurus, kini dipimpin Brando Susanto

"Ada 5 Provinsi yang mengadakan untuk penyaringan calon anggota legislatif melalui tes tertulis dan psikotes secara online. Sehingga dari aspek efisiensi diperoleh tahapan kemajuan yang baik. Seharusnya 6 jam kalau dengan cara normal, kalau cara online ini hanya 3,5 jam," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (4/6).

Menurut Hasto, yang menarik cara online tersebut. Dia mengatakan, merupakan kali pertama dilakukan oleh partai di Indonesia.

"Secara kepartaian baru pertama kali di Indonesia. Karena psikotes hanya PDIP yang lakukan," ujar Hasto.

Dia menuturkan, dengan cara online ini menunjukkan partainya terus melakukan perbaikan, khususnya dalam manajemen partai.

"Ini juga menunjukkan bagaimana PDIP terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam manajemen partainya dengan memanfaatkan sistem informasi. Kemudian juga berbagai aplikasi-aplikasi terapan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari anggota Dewan itu sendiri," ungkap Hasto.

Adapun yang mengikuti hari ini totalnya 183 bacaleg. Di mana selain di DKI, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sumatera Utara, Papua Barat dan Sulawesi Barat, juga dilakukan proses yang sama.

"Jadi hari ini di Sumut itu 500, DKI 183, Kalimantan Barat 130, Kalimantan Tengah 119, Gorontalo 67, Sulawesi Barat 30, Papua Barat 200. Semua secara online. Bahkan gotong royong pun dilakukan secara online," pungkasnya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra

Sumber: Liputan6.com [gil]

Baca Juga:
Taruna Merah Putih Jabar berganti pengurus, kini dipimpin Brando SusantoSemangati kader TMP, dua perempuan penakluk Everest berbagi inspirasiPDIP Jabar jamin tak ada tindakan intimidatif di Radar BogorAksi di HI, forum pekerja media minta pemerintah usut penyerangan radar BogorPDIP: Bulan Bung Karno momen perkuat Gus Ipul-PutiPolemik BPIP, Prananda Prabowo tulis surat terbuka minta kader PDIP tenangWarga minta Maruarar Sirait rehabilitasi rumah tak layak huni di Desa Pasir Nanjung
Topik berita Terkait:
  1. PDIP
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini
  • Anak Puti Guntur Soekarno gelar SOTR di Surabaya

  • IGGI : Fatwa Fardhu 'Ain Memilih Khofifah adalah dagelan

  • Disambut teatrikal oleh warga Ngawi, Puti berikan program prioritas

Rekomendasi

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

thumbnail

Posted by On 00.41

Pos Lintas Batas Negara di Kaltara Mulai Digarap DED-nya

Pos Lintas Batas Negara di Kaltara Mulai Digarap DED-nya

PLBN Long Midang dan Sei Pancang bertipe A. Sedang PLBN Labang dan Long Nawang (Malinau) bertipe B.

Pos Lintas Batas Negara di Kaltara Mulai Digarap DED-nyaTribun Batam/Muhammad ArfanPlang batas Indonesia-Malaysia di Seimanggaris Kabupaten Nunukan diabadikan beberapa waktu lalu.

Laporan wartawan Tribun Kaltim Muhammad Arfan

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG SELOR - Kementerian PUPR telah mengalokasikan dana kegiatan penyusunan detail engineering design (DED) pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sei Pancang (Sebatik) dan Long Mi dang (Krayan) di Kabupaten Nunukan.

Kepala Biro Pengelolaan Perbatasan Negara (PLBN) Setprov Kalimantan Utara Samuel ST Padan me menjelaskan, tim Kementerian PUPR sedang melakukan survei di lokasi-lokasi itu. Belum diketahui berapa lama pengerjaan penyusunan DED dan alokasi anggaran yang disiapkan Kementerian PUPR.

Yang sudah Samuel pastikan ialah tipologi PLBN yang dibangun. PLBN Long Midang dan Sei Pancang bertipe A. Sedang PLBN Labang dan Long Nawang (Malinau) bertipe B.

"Penetapan tipologi sesuai dengan intensitas perlintasannya. Fungsi dan bangunan fisiknya juga berbeda,” kata Samuel, Minggu (3/6/2018).

Kebutuhan lahan pembangunan PLBN bervariasi. Mulai dari 3 sampai 10 hektare. PLBN Labang membutuhkan lahan 10 hektare. Sedang PLBN Long Midang, Sei Pancang, dan Long Nawang berkisar 3 sampain5 hektare.

Kementerian PUPR memasukkan PLBN Sei Pancang dan Long Midang/Krayan dalam prioritas 1. Di daftar Prioritas 1 ini, juga terdapat PLBN Jago i Babang, Kabupaten Bengkayang (Kalimantan Barat), dan PLBN Sota, Kabupaten Merauke (Papua).

Adapun PLBN Long Nawang di Malinau dan PLBN Labang, Nunukan masuk dalam Prioritas 2. Di daftar Prioritas 2 ini, juga ada PLBN Serasan, Kabupaten Natuna (Kepulauan Riau), Sei Kelik/Jasa, Kabupaten Sintang (Kalimantan Barat) Napan, Kabupaten Timur Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur), dan Oepoli, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur).

Sebelumnya, Samuel mengatakan, kehadiran PLBN di Kalimantan Utara lanjutnya sangat dinanti oleh pemerintah daerah dan masyarakat. Infratruktur itu dianggap bisa meningkatkan aspek keamanan, kepatuhan saat perlintasan, dan perdagangan lintas negara di perbatasan bisa terkontrol dengan baik.

"Bisa jadi nilai jual hasil bumi dan komoditas lain masyarakat kita makin tinggi. Tetapi secara keseluruhan, PLBN itu bisa meningkatkan perekonomian di perbatasan," sebutnya.

Di Kalimantan Utara terdapat sedikitnya 12 titik entry point yan g insentif menjadi gerbang lalu lintas Indonesia-Malaysia. Dari 12 titik entry point itu, empat diantaranya sudah cukup layak dibangun PLBN. (Wil)

Editor: Hendra Gunawan Sumber: Tribun Kaltim Ikuti kami di Diduga Dianiya dan Disuruh Tidur di Luar Kamar, Bocah 2 Tahun Menangis Panggil Ibu, Videonya Viral Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara