www.AlvinAdam.com


Berita 24 Kalimantan Utara

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Orang Jakarta paling royal bayar listrik

Posted by On 20.41

Orang Jakarta paling royal bayar listrik

UNTUK INFORMASI LEBIH LENGKAP, IKUTI KAMI DI MEDIA SOSIAL

VITAL| Listrik adalah barang primer masa kini. Saat listrik ngadat, misalnya, hajat mencas ponsel pun terancam.
VITAL| Listrik adalah barang primer masa kini. Saat listrik ngadat, misalnya, hajat mencas ponsel pun terancam.
© Sandy Nurdiansyah /Beritagar.id

Listrik adalah barang primer. Zaman sekarang, listrik mati justru bikin gelisah. Misalnya, hajat mencas ponsel pun terancam.

Satu ketergantungan masyarakat terhadap listrik juga karena pemakaian air conditioner (AC, aircon). Suhu kota yang maki n panas membuat masyarakat makin akrab pada AC, termasuk di kediaman.

AC kebetulan punya daya konsumsi listrik yang relatif tinggi. Namun bila Provinsi Kepulauan Riau punya kota dengan kepemilikan AC terbanyak di Indonesia (30,2 persen), bukan berarti biaya bayar listriknya juga tinggi. (Infografik Mei 2017).

Masyarakat yang royal atau paling banyak pengeluaran untuk biaya listrik justru DKI Jakarta, provinsi dengan jumlah kepemilikan AC terbanyak kedua di Indonesia.

Jadi ada pertukaran "rekor" di sini. Provinsi Kepulauan Riau "juara" dalam hal kepemilikan AC dan diikuti DKI, sebaliknya terjadi pada pengeluaran biaya listrik.

Pengeluaran untuk membayar listrik rumah tangga di Jakarta secara rerata pada 2016 adalah Rp288.101 dan di Riau adalah Rp202.732. Ini adalah data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) keluaran Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2016 yang diolah Lokadata Beritagar.id.

Rumah tangga kawasan barat Indone sia secara umum cukup royal membayar biaya listrik. Selain dua provinsi di atas; ada pula Riau, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara dari kawasan tengah Indonesia terdapat dua provinsi. Seluruhnya dari pulau Kalimantan; Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur.

Sementara pengeluaran paling rendah justru ada di timur Indonesia. Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi dengan biaya listrik rerata bulanan paling kecil.

Yang paling unik, dalam daftar pengeluaran sedikit untuk biaya listrik rerata ada pula Jawa Tengah (Jateng). Bahkan bila melihat data 2016 rerata pengeluaran untuk kebutuhan rumah (non-makanan) per bulan dari BPS, Jateng pun sangat murah --dua terbawah setelah NTT.

Soal pemakaian listrik, menurut simulasi laman Asri, April 2017, dua barang yang konsumsinya cukup tinggi adalah AC dan dispenser air minum.

Sumber: Google News | Berita 24 Kaltara

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »